Asap terlihat dari lokasi serangan di kawasan Arab Saudi setelah serangkaian serangan Houthi pada Selasa (8/9/2026). Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 73 orang terluka dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas energi di kawasan Teluk.
RIYADH — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap wilayah Arab Saudi pada Selasa (8/9/2026).
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan sedikitnya 73 orang terluka akibat serangan tersebut. Serangan dilaporkan menyasar sejumlah wilayah, termasuk Abha, Khamis Mushait, Jazan dan Najran.
Serangan juga menyasar fasilitas sipil dan ekonomi, termasuk infrastruktur energi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keamanan fasilitas minyak Arab Saudi yang merupakan salah satu negara produsen minyak terbesar dunia.
Reuters melaporkan serangan tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent sempat mencapai sekitar US$97,92 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$93,03 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi karena pasar khawatir eskalasi konflik dapat mengganggu pasokan energi dari kawasan Teluk.
Arab Saudi menyatakan serangan tersebut merupakan eskalasi berbahaya dan berjanji mengambil langkah untuk menghadapi ancaman Houthi. Sementara itu, Houthi menyatakan serangan dilakukan sebagai respons terhadap serangan Saudi di Yaman.
Situasi tersebut menjadi perhatian pasar global karena gangguan terhadap fasilitas minyak dan jalur pelayaran di kawasan Timur Tengah berpotensi meningkatkan biaya energi serta memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi dunia.(*)
Sumber: Reuters/AP
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Internasional |



01
02
03
04
05
