Rabu, 9 September 2026

Breaking News

  • 26 SMK di Riau Ikuti AHASS Goes to School, Siswa Praktik Bersama Teknisi Profesional   ●   
  • Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi   ●   
  • Waspada Karhutla, Polsek Binawidya dan Forkopimcam Perkuat Kesiapsiagaan   ●   
  • Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout   ●   
  • Wabup Siak Dorong Optimalisasi Pajak, Perusahaan Diminta Ikut Perkuat Pendapatan Daerah   ●   
Serangan Houthi Guncang Arab Saudi, 73 Orang Terluka dan Harga Minyak Dunia Melonjak
Selasa 08 September 2026, 21:40 WIB
Asap membubung dari kawasan fasilitas energi di Arab Saudi setelah serangkaian serangan drone dan rudal kelompok Houthi pada Selasa (8/9/2026).

 

RIYADH — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat pada Selasa (8/9/2026) setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah di Arab Saudi. Serangan tersebut menyasar fasilitas energi dan infrastruktur di kawasan selatan Saudi dan dilaporkan menyebabkan 73 orang terluka serta memicu kebakaran di sejumlah lokasi.

Perkembangan ini menjadi salah satu isu internasional yang paling mendapat perhatian hari ini karena serangan terhadap fasilitas energi Saudi berpotensi mengganggu pasokan minyak global sekaligus memperlebar konflik yang sudah berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Fasilitas Energi Saudi Jadi Sasaran

Serangan dilaporkan terjadi di sejumlah kota, termasuk Abha, Jazan, Najran, dan Khamis Mushait. Beberapa fasilitas energi dan utilitas mengalami dampak, sementara gambar satelit menunjukkan adanya kepulan asap dari sejumlah lokasi industri yang terdampak.

Associated Press melaporkan serangan tersebut menyebabkan kebakaran di fasilitas minyak dan infrastruktur lainnya. Otoritas Saudi kemudian melakukan respons militer terhadap posisi Houthi di Yaman.

Serangan ini terjadi ketika situasi keamanan di kawasan semakin tegang setelah berakhirnya periode relatif tenang dalam konflik Saudi-Houthi.

Harga Minyak Dunia Ikut Tertekan

Dampak serangan tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah. Pasar energi global langsung merespons meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Harga minyak Brent sempat mencapai sekitar US$99,46 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$94,73 per barel, menurut laporan Reuters. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran bahwa konflik yang meluas dapat mengganggu jalur perdagangan dan pasokan energi dunia.

Jalur pelayaran strategis di kawasan, termasuk sekitar Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, menjadi perhatian karena gangguan berkepanjangan dapat meningkatkan biaya pengiriman energi dan barang secara global.

Konflik Berpotensi Semakin Meluas

Perkembangan terbaru tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, Arab Saudi dan kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi atau didukung Iran.

Reuters melaporkan Iran juga meningkatkan ancaman terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan, sementara konflik di sekitar Yaman dan Laut Merah kembali memanas. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik regional dapat semakin meluas dan berdampak pada perdagangan internasional.

Bagi negara-negara pengimpor energi, perkembangan ini menjadi perhatian serius karena kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya transportasi, logistik, produksi dan pada akhirnya memberikan tekanan terhadap harga barang.

Inggris Juga Ambil Kebijakan Baru

Di tengah eskalasi Timur Tengah, Inggris pada hari yang sama mengumumkan kebijakan untuk melarang impor sejumlah barang dan jasa yang diproduksi di permukiman Israel di Tepi Barat.

Kebijakan tersebut disebut pemerintah Inggris sebagai respons terhadap perluasan permukiman Israel dan kekhawatiran terhadap prospek pembentukan negara Palestina. Inggris menegaskan kebijakan itu bukan merupakan larangan menyeluruh terhadap seluruh produk Israel.

Dengan dua perkembangan tersebut, perhatian dunia malam ini kembali tertuju pada Timur Tengah, terutama terhadap kemungkinan konflik semakin meluas dan konsekuensinya terhadap keamanan, harga minyak, perdagangan serta ekonomi global.

Sumber utama: Reuters dan Associated Press.

 




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top