Rabu, 9 September 2026

Breaking News

  • 26 SMK di Riau Ikuti AHASS Goes to School, Siswa Praktik Bersama Teknisi Profesional   ●   
  • Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi   ●   
  • Waspada Karhutla, Polsek Binawidya dan Forkopimcam Perkuat Kesiapsiagaan   ●   
  • Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout   ●   
  • Wabup Siak Dorong Optimalisasi Pajak, Perusahaan Diminta Ikut Perkuat Pendapatan Daerah   ●   
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Tim SAR Terus Mencari
Rabu 09 September 2026, 07:51 WIB
Tim SAR melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. Operasi pencarian terus dilakukan.

 

JAKARTA — Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, ketika hendak melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Peristiwa ini menjadi salah satu berita nasional yang paling mendapat perhatian pada Rabu pagi (9/9/2026).

Kelima jurnalis tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lainnya dalam rombongan tersebut sehingga total delapan orang masih dalam pencarian.

Operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan perairan Selat Sunda. Kondisi laut dan aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam proses pencarian.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Badan Geologi sebelumnya menyatakan episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam telah berakhir, tetapi aktivitas vulkanik masih terus dipantau. Gunung Anak Krakatau juga masih berstatus Level III atau Siaga.

Di sisi lain, dampak erupsi Anak Krakatau sebelumnya sempat menyebabkan gangguan besar terhadap penerbangan. Reuters melaporkan seluruh bandara yang sempat ditutup akibat abu vulkanik telah kembali beroperasi setelah kondisi abu membaik, meskipun pemeriksaan terhadap pesawat dan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik tetap dilakukan.

Hilangnya lima jurnalis tersebut kini menjadi perhatian luas karena mereka berada di lokasi untuk menjalankan tugas jurnalistik dalam situasi aktivitas gunung api yang sedang meningkat.(*)

Sumber : ANTARA/Basarnas




Editor : Tim
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top