Rabu, 9 September 2026

Breaking News

  • 26 SMK di Riau Ikuti AHASS Goes to School, Siswa Praktik Bersama Teknisi Profesional   ●   
  • Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi   ●   
  • Waspada Karhutla, Polsek Binawidya dan Forkopimcam Perkuat Kesiapsiagaan   ●   
  • Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout   ●   
  • Wabup Siak Dorong Optimalisasi Pajak, Perusahaan Diminta Ikut Perkuat Pendapatan Daerah   ●   
Jepang Kirim 3 Helikopter Chinook, Mulai 12 September Bantu Padamkan Karhutla Indonesia
Selasa 08 September 2026, 21:21 WIB
Helikopter CH-47 Chinook melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dari udara. Tiga helikopter Chinook bantuan pemerintah Jepang dijadwalkan mulai membantu operasi penanganan karhutla di Indonesia pada 12–19 September 2026.

 

JAKARTA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu berita nasional yang menonjol pada Selasa (8/9/2026) malam. Pemerintah Indonesia memastikan tiga helikopter CH-47 Chinook bantuan Jepang akan mulai digunakan untuk operasi pemadaman karhutla pada 12–19 September 2026.

Bantuan tersebut menjadi perhatian karena kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia di tengah musim kering. Pemerintah terus meningkatkan operasi pemadaman darat dan udara, sementara kondisi asap juga berdampak terhadap kualitas udara serta aktivitas masyarakat di sejumlah daerah.

Tiga Chinook Jepang Segera Tiba di Kalimantan Barat

Kementerian Pertahanan RI menyebut tiga helikopter CH-47 Chinook tersebut sedang dalam perjalanan menuju Indonesia menggunakan kapal JS Kunisaki. Kapal beserta helikopter diperkirakan tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, Rabu (9/9/2026).

Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, helikopter akan mulai dikerahkan untuk operasi pemadaman pada 12 September hingga 19 September.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo menegaskan bantuan Jepang tersebut tidak mengambil alih penanganan karhutla. Pemerintah Indonesia tetap menjadi pihak utama dalam operasi penanggulangan bencana tersebut.

Bantuan itu merupakan bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang, termasuk kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) untuk penanganan bencana.

Luas Karhutla dan Ancaman Asap

Kondisi karhutla menjadi perhatian nasional karena kebakaran telah melanda wilayah Sumatra dan Kalimantan. Reuters melaporkan sekitar 76.933 hektare lahan telah terdampak kebakaran di kedua pulau tersebut. Pemerintah Indonesia juga telah mengerahkan lebih dari 50 pesawat untuk operasi water bombing dan modifikasi cuaca.

Kondisi tersebut turut meningkatkan kekhawatiran mengenai kabut asap dan kualitas udara, termasuk dampaknya terhadap masyarakat serta aktivitas transportasi.

Pemerintah juga terus mendorong pencegahan agar kebakaran baru tidak kembali muncul. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta agar perusahaan yang terbukti terlibat dalam karhutla diproses secara hukum.

Bantuan Jepang Jadi Penguat Operasi Udara

Kehadiran tiga Chinook Jepang dipandang sebagai tambahan kekuatan dalam operasi pemadaman dari udara, terutama untuk menjangkau kawasan yang sulit ditangani secara langsung oleh petugas di darat.

Namun, pemerintah menegaskan bantuan tersebut akan diintegrasikan dengan operasi nasional, bukan menggantikan kemampuan Indonesia.

Selain operasi pemadaman, pemerintah juga meningkatkan langkah pencegahan. Presiden Prabowo sebelumnya meminta penambahan pesawat dan drone untuk membantu mitigasi serta pemantauan karhutla.

Masyarakat Diminta Waspadai Dampak Asap

Ancaman karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Asap dapat mengganggu kesehatan masyarakat, jarak pandang, penerbangan, serta aktivitas sehari-hari.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak disarankan mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, mengurangi aktivitas luar ruangan ketika asap memburuk, serta menggunakan masker apabila diperlukan.

Dengan kedatangan bantuan Jepang pada Rabu dan rencana operasi mulai 12 September, pemerintah berharap kemampuan pemadaman udara semakin kuat dan titik api dapat ditekan lebih cepat.(*)

 




Editor : Tim
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top