Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
AS dan Iran Kembali Saling Serang, Trump Ancam Lancarkan Serangan Baru
Kamis 03 September 2026, 13:10 WIB
Kerusakan bangunan di kawasan Kuhestak, Sirik, Iran, setelah serangan yang dilaporkan terjadi pada 2 September 2026. Eskalasi terbaru memicu kekhawatiran konflik AS-Iran kembali meluas.

 

JAKARTA — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam pertukaran serangan terbesar sejak Juli 2026.

Serangan terbaru Amerika Serikat ke sejumlah sasaran di Iran memicu respons dari Teheran. Iran kemudian melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sasaran yang disebutnya terkait kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran konflik kembali meluas di kawasan Teluk, terlebih setelah Iran memberikan peringatan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memperingatkan bahwa Washington masih dapat melancarkan serangan tambahan terhadap Iran.

Perkembangan ini turut memberikan tekanan terhadap pasar energi dunia. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak global sehingga setiap gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi harga energi.

Reuters melaporkan pada Kamis (3/9/2026) bahwa harga minyak bergerak turun tipis setelah pasar mempertimbangkan ketidakpastian akibat serangan terbaru AS-Iran.

Dalam perkembangan lain, Iran menyebut 18 orang tewas dan 108 lainnya terluka dalam serangan terbaru Amerika Serikat. Iran juga menyatakan empat orang tewas dalam serangan yang mengenai lokasi sebuah pesta pernikahan. Klaim tersebut menjadi perhatian internasional, sementara pihak militer AS menyatakan tidak menargetkan warga sipil.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan korban sipil dan kembali menyerukan penghentian aksi militer serta penyelesaian melalui diplomasi.

Sumber : Reuters/ISNA/WANA




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top