Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Dubes Irzan Akui Kerjasama Indonesia dan Oman Kian Meningkat
Senin 03 Mei 2021, 21:24 WIB

Situsnews - Oman

Dubes RI untuk Kesultanan Oman merangkap Republik Yaman,Mohamad Irzan Djohan menjelaskan,hubungan Indonesia dengan Oman secara resmi telah dibangun sejak tahun 1978.Jalinan kerjasama terus meningkat, khususnya di sektor ekonomi dengan sejumlah kerjasama Indonesia dan Oman.

Hal ini disampaikan Dubes RI untuk Kesultanan Oman merangkap Republik Yaman,Mohamad Irzan Djohan di tamu Redaksi Monitorday di sesi Diplomat Talk, Jum'at (30/4/2021) yang didampingi PF. Ekonomi I, Ahmad Marufi, dan PF. Ekonomi II, dan Pilar Ayu Paradewi.

Dubes Irzan mengungkapkan, Indonesia dan Oman merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim dan saling berbagi komitmen yang sama dalam meraih perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Menakar Posisi Utang Indonesia
Visegrad Jadi Mitra Stategis Indonesia
Mengenal Toleransi Beragama Di Negeri Oman
Indonesia merupakan mitra dagang Oman keempat di antara negara ASEAN, setelah Malaysia, Thailand, dan Singapura, sedangkan Oman merupakan pasar non-tradisional strategis bagi RI. Total perdagangan kedua negara tercatat mencapai US$ 355,93 juta. Ekspor Indonesia ke negara tersebut mecapai US$ 211,47 juta, sementara impor dari Oman sebesar US$ 144,19 juta.

Ekspor utama RI ke Oman yakni kayu dan produk-produk kayu, perangkat elektronik, kertas, karton, besi, tekstil, furniture dan produk makanan, sedangkan Impor utama RI dari Oman yakni produk industri penggilingan, bahan bakar, mineral, dan in organic chemicals.

Dubes Irzan menjelaskan beberapa sektor yang menjadi sektor prioritas dalam Oman Vision 2040 dan program diversifikasi ekonomi Oman, yaitu sektor pertambangan, manufaktur, perikanan, logistik, dan pariwisata.

Langkah diversifikasi Oman dimabil, mengingat harga minyak dunia sejak pertengahan tahun 2014 telah memberikan tekanan yang signifikan terhadap perekonomian Oman.

Untuk mengatasi dampak tersebut, Pemerintah Oman telah mengeluarkan berbagai langkah kebijakan seperti konsolidasi fiskal dengan pemotongan dan penghematan anggaran dan diversifikasi ekonomi.

Namun, kebijakan tersebut belum memperlihatkan hasil yang positif dan bahkan IMF telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Oman pada 2016 dari 2,8% menjadi 1,8% dan tahun 2017 menjadi 1,7%.

Ekonomi Oman tahun 2015 mencatat kontraksi PDB sebesar 14,1% dan defisit anggaran sebesar US$ 11.7 milyar (OMR 4.5 milyar).

Pada enam bulan pertama 2016, defisit anggaran sudah mencapai US$9.1 milyar (OMR3.5 milyar) dan diprediksi defisit anggaran 2016 akan lebih besar.

Struktur ekonomi Oman didominasi oleh sektor jasa (48,9% dari total PDB), diikuti oleh sektor migas (33,9%), industri (21,2%), dan pertanian dan perikanan (1,6%). Di sektor industri, subsektor manufaktur merupakan komponen terbesar (51,3%), diikuti oleh konstruksi (38,9%), suplai listrik dan air (7,3%), dan pertambangan (2,5%).

Sedangkan di sektor jasa, komponen terbesarnya adalah perdagangan grosir, transportasi, komunikasi, dan logistik.

Oman merupakan negara yang menganut sistem perdagangan terbuka. Perdagangan luar negeri menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional, terutama bagi penerimaan negara dari hasil penjualan minyak bumi.

Nilai kegiatan ekspor-impor barang mencapai 93% dari total PDB di tahun 2015. Ekspor minyak dan gas mencapai 59,4% dari total nilai ekspor Oman, yang mencerminkan ketergantungan terhadap minyak yang sangat tinggi.

Namun demikian, nilai ekspor migas turun jauh dari tahun sebelumnya yang mencapai 65,7% dari keseluruhan nilai ekspor Oman.

Dalam lima tahun terakhir, Oman selalu mencatat surplus perdagangan. Meskipun harga minyak dunia tengah berada di level rendah, Oman masih dapat mencatat surplus, meskipun nilainya berkurang jauh.

Ada banyak kesamaan antara Jakarta dan Muscat yang bisa mempererat kerjasama. Misalnya, Oman berusaha menampilkan dirinya sebagai negara Arab yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan toleransi.

(Monitorday. com/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top