Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Saat Hidup Penuh Ketidakpastian, Ingatlah Allah Selalu Dekat   ●   
  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
AS Bakal Bongkar Fakta Kematian Misterius Jamal Khashoggi, Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Jadi Dalang
Minggu 21 Februari 2021, 18:13 WIB

Situsnews - USA

Tak terasa sudah dua tahun jurnalis Jamal Khashoggi meninggal secara misterius. Jamal Khashoggi dibunuh pada Jumat, 2 Oktober 2018 di dalam konsulat Saudi di kota Istanbul, Turki. Jurnalis yang tergabung dalam Washington Post itu menghilang setelah memasuki gedung untuk mendapatkan dokumen pernikahannya.

Sebagaimana diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, pejabat Turki mengatakan jika jasad Khashoggi dimutilasi oleh ‘pesuruh’ Saudi, yang hingga kini belum ditemukan. Pihak pemerintahan Arab Saudi di bawah membantah adanya keterlibatan mereka dalam peristiwa nahas tersebut.

Setelah pihak berwajib melakukan serangkaian penyelidikan, pemerintah AS bermaksud untuk merilis laporan intelijen yang mengungkap implikasi dari Putra Mahkota Saudi Mohammaed Bin Salman dalam pembunuhan Khashoggi.

Melansir laman Middle East Monitor, pihak surat kabar Washington Post menyatakan bahwa laporan yang akan diungkap merupakan ringkasan yang tidak terklasifikasi dari temuan yang diterbitkan oleh kantor Direktur Intelijen Nasional, dan akan dirilis minggu depan. Pada laporan tersebut disimpulkan bahwa Pangeran Salman merupakan dalang dan memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Saudi telah menolak untuk mengomentari waktu atau isi dari laporan AS.

Pada tahun 2019 lalu, Kongres mengesahkan undang-undang yang memberi waktu 30 hari kepada pemerintahan Trump untuk mengungkap laporan dari kantor intelijen nasional. Namun trump mengabaikannya.

Seorang ahli urusan Saudi mengatakan jika laporan penting itu dirilis akan memicu ketagangan dua negara.

“Rilis laporan Khashoggi dapat mendorong ketegangan hubungan antara Arab Saudi dan AS ke tingkat yang rendah,” ujar David Ottaway.

Langkah pemerintahan Joe Biden itu dilakukan saat hubungan antara AS-Saudi memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Apalagi pemerintah AS telah memutuskan untuk membekukan penjualan senjata ke Riyadh dan komitmennya untuk menilai kembali hubungan dengan kerajaan.

Beberapa waktu lalu Joe Biden juga mengumumkan bahwa AS akan berhenti mendukung operasi Koalisi Arab di Yaman. Kendati demikian Biden tetap berjanji untuk terus membantu kerajaan mempertahankan tanahnya.

Pada Selasa lalu, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengonfirmasi bahwa Biden dan Mohammed Bin Salman telah berbicara terkait penilaian AS terhadap Saudi. Sedangkan pada Kamis lalu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menelepon Bin Salman dan membahas keputusan AS untuk berhenti mendukung Koalisi Arab yang dipimpin Saudi. Sementara itu para aktivis dan kelompok hak asasi manusia telah lama menuntut keadilan dan kejelasan kasus kematian Khashoggi. Mereka juga menduga jika pembunuhan brutal tersebut didalamgi oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman (MBS).

(PikiranRakyat.com/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top