Rabu, 4 Februari 2026

Breaking News

  • Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung   ●   
  • PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi   ●   
  • Jalur Lembah Anai Rawan Longsor, Pemerintah Rancang Tol Sicincin-Bukittinggi   ●   
  • ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat   ●   
  • PHR Perkuat Inovasi Migas, Sumbang 26 Persen Produksi Minyak Nasional   ●   
Hadapi pandemi, Presiden Ingatkan Pentingnya Miliki "Sense of Crisis"
Rabu 03 Februari 2021, 14:50 WIB

Situsnews - Jakarta

Presiden RI Joko Widodo mengingatkan pentingnya memiliki "sense of crisis" dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada "Soft Launching dan Public Lecture Golkar Institute" secara daring, Selasa.

"Saat ini pemerintah sedang mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengatasi pandemi, melaksanakan vaksinasi dengan cepat untuk memutus rantai penyebaran COVID-19," kata Presiden.

Pemerintah, kata Presiden, juga sedang menyeimbangkan antara rem dan gas, yakni mengendalikan penyebaran virus, sekaligus melaksanakan berbagai program kebijakan pemulihan ekonomi nasional dan menjawab peluang pascapandemi yang akan menjadi "trigger" agar ekonomi bergerak lebih cepat.

"Pengalaman 11 bulan ini mengajarkan pada kita bahwa dalam menghadapi pandemi tidak ada formula yang standar, yang disebut rumusan formula yang benar juga tidak ada, karena 215 negara di dunia mencari formula yang tepat untuk digunakan di negaranya masing-masing," ujarnya.

Karena itu, Presiden meminta kepada seluruh kader Partai Golkar dan juga calon kepala daerah untuk belajar dan menimba pengalaman dari situasi saat ini, terutama pentingnya untuk memiliki perasaan bahwa situasi yang dihadapi tidak biasa-biasa saja sehingga ada "sense of crisis".

Tak lupa, Presiden menyampaikan selamat atas diluncurkannya Golkar Institute sebagai institusi pengkaderan atau sekolah kader yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader di bidang pemerintahan dan kebijakan publik.

Sebagai partai modern, kata Jokowi, kehadiran sekolah kader sangat diperlukan karena kader dan kaderisasi perlu dipersiapkan secara serius, berjenjang, dan berkelanjutan.

"Kaderisasi tidak bisa dikerjakan sambil lalu, tetapi harus digarap dengan matang untuk menghasilkan dampak yang signifikan bagi kemajuan partai," tegasnya.

Menurut dia, partai memerlukan lebih banyak lagi kader-kader yang terdidik, profesional, dan kompeten, khususnya dalam bidang kepemimpinan politik dan ekonomi yang dampaknya bukan hanya pada partai, tapi akan memberikan kontribusi bagi bangsa.

"Hal ini penting saya tekankan karena partai politik adalah sumber utama rekrutmen kepemimpinan nasional maupun daerah," kata Presiden.

(Detikcom/As)




Editor :
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada situsnews.com, silakan kontak ke email: redaksi situsnews.com
Berita Pilihan
Selasa 03 Februari 2026
Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung

Jumat 30 Januari 2026
PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi

Rabu 28 Januari 2026
ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat

Senin 26 Januari 2026
Jaecoo Hadirkan Dealer 3S Berstandar Global di Pekanbaru

Jumat 23 Januari 2026
Penertiban PKL Rohil Dinilai Tebang Pilih: Kedai Kopi Besar, Makan Badan Jalan Malah Dibiarkan

Jumat 16 Januari 2026
Kemah Budaya Wartawan HPN 2026 Digelar di Baduy, PWI Tekankan Penghormatan Adat

Selasa 13 Januari 2026
Rahasia Awet Muda Tanpa Skincare Mahal, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Jarang Disadari

Rabu 07 Januari 2026
Rekomendasi Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan, Mulai Rp30 Ribuan

Senin 29 Desember 2025
Upah Minimum Riau 2026 Ditetapkan, Ini Daftar UMK Kabupaten/Kota

Sabtu 27 Desember 2025
Tren Carnivore Diet Makin Populer, Pakar Ungkap Risiko di Balik Klaim Manfaat

Copyrights © 2025 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top