Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Saat Hidup Penuh Ketidakpastian, Ingatlah Allah Selalu Dekat   ●   
  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
Jenderal Min Aung Hlaing, Tokoh di Balik Kudeta Militer di Myanmar dan Dalang Pembantaian Rohingya
Selasa 02 Februari 2021, 18:48 WIB

Situsnes - Myanmar

Situasi di Myanmar semakin memanas usai Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi ditangkap oleh Junta Militer. Junta militer yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing, berhasil mengkudeta pemerintahan dan menyatakan darurat nasional selama satu tahun. Tentara Myanmar pun langsung disebar ke seluruh pelosok negeri. Mereka bersiaga sembari menenteng senjata laras panjang dan kendaraan lapis baja. Nasib partai Aung San Suu Kyi, NLD kemudian langsung hening dibungkam militer. Elite politik NLD pun tidak ada yang tahu nasibnya sekarang bagaimana.

Sebagaimana diberitakan dalam artikel, "Penguasa Baru Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Ialah Dalang Pembantaian Rohingya, AS Siap Ambil Tindakan Keras", ia adalah dalang pembantaian etnis Rohingya.

Bahkan pada 2017 silam Menlu Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson memperingatkan Min agar menghentikan aksi kekerasannya kepada Rohingya. Namun Min tak bergeming, operasi Genosida kepada Rohingya jalan terus. Rupanya Min sendiri sebelum jadi petinggi Tatmadaw sudah melahap operasi militer pembersihan etnis minoritas di Myanmar Timur.

Operasi tempur paling terkenal Min ialah saat di perbatasan Myanmar-China untuk menghabisi tokoh setempat, Peng Jiasheng. Cuma seminggu operasi ini dilakukan namun ada sekitar 30.000 penduduk setempat mengungsi ke China karena Min melakukan serangan membabi buta. Di mata HAM, Min adalah musuh kemanusiaan namun di mata politik Myanmar ia adalah pahlawan.

Saat tampuk kepemimpinan Myanmar berada di Suu Kyi, Min cuma tersenyum karena ia bisa kapan saja mengkudeta perempuan penerima Nobel Perdamaian itu kapan pun ia mau. Intervensi pasukan perdamaian PBB sangat mungkin dilakukan di Myanmar jika keadaan semakin memburuk.

(Pikiranrakyat.com/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top