Rabu, 4 Februari 2026

Breaking News

  • Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung   ●   
  • PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi   ●   
  • Jalur Lembah Anai Rawan Longsor, Pemerintah Rancang Tol Sicincin-Bukittinggi   ●   
  • ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat   ●   
  • PHR Perkuat Inovasi Migas, Sumbang 26 Persen Produksi Minyak Nasional   ●   
Poltekad Kodiklatad Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi TNI AD
Jumat 04 Desember 2020, 09:32 WIB

Situsnews - Malang

Poltekad berdiri sejak 7 okt 1988 dengan nama INSTEK, merupakan lembaga pendidikan tinggi vokasi yang mengacu kepada sistim pendidikan TNI AD (Tri Pola Dasar) dan sistim pendidikan perguruan tinggi Kemendikbud ( Tri Dharma Perguruan Tinggi).

Poltekad memiliki 3 prodi terakreditasi B yaitu prodi Tehnik Otoranpur, Tehnik Elektronik sistim senjata dan Tehnik Telkom Militer dan satu prodi masih dalam proses akreditasi yaitu  prodi Balistik.

Visi Poltekad adalah “Menjadi Perguruan Tinggi Vokasi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset alat utama system senjata (alutsista) Matra Darat menuju kemandirian teknologi militer.

Dalam perkembangannya, Poltekad tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dan riset alutsista untuk mendukung tugas Operasi Militeer Perang (OMP) tetapi juga mengembangkan pengetahuan teknologi dan riset untuk mendukung tugas Oprasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti Alat penyemprot hama, alat penyemprot disinfektan dan alat pengukur suhu tubuh dengan sistim remote dan berbasis Internet Of Think (IOT). Proyeksi poltekad kedepan akan mengembangkan peralatan teknologi berupa robotic dengan system autonomous.

Seperti hari ini, dalam rangka menerima kunjungan rekan-rekan media yang dipimpin oleh Kadispen TNI AD, beberapa alat teknologi untuk mendukung tugas OMP dan OMSP hasil karya bintara mahasiswa dan organik poltekad akan di tampilkan antara lain:

Roket latih kal 70 mm, yang merupakan roket sejenis Astros dan sudah beberapa kali mengalami ujicoba dan mampu mencapai jarak 8 km dengan arah luncur yang konsisten lurus ke sasaran.

Ban tanpa udara. Sangat efektif untuk mendukung manuver kendaraan tempur sehingga tidak khawatir akan mengalami kebocoran dan juga tahan dari tembakan peluru kal 5,56 mm.

Beberapa alat robotic dengan sistem autonomous. Alat ini mampu bergerak otomatis dg sistim remote dan mampu mendeteksi kedudukan musuh termasuk alat peralatan yang dibawanya dan mampu memberikan tembakan sekaligus untuk melumpuhkan lawan.

Ada juga beberapa robotic untuk mendukung pertempuran kota yang didukung dengan helm night vision google yang mampu membedakan musuh dan kawan di malam hari.

Alat teknologi karya bintara mahasiswa lainnya ini seperti :
- alat deteksi datangnya arah tembakan
- alat kendali kedudukan personil
- alat deteksi barang-barang yang disembunyikan
- alat pengukur suhu tubuh berbasis android.
- drone multi fungsi untuk OMP maupun OMSP
- traktor sistim remote control
- alat deteksi  datangnya musuh berbasis Android
- alat camera pengintai
- alat deteksi keberadaan senjata
- alat penyedia daya listrik dg menggunaan tenaga air
- alat penyedia daya listrik dg memanfaatkan langkah kaki.

Hasil karya cipta teknologi dari bintara mahasiswa ini masih bersifat prototype bila akan diproduksi perlu ada perbaikan dan pengembangan selanjutnya. Namun sasaran yang ingin dicapai dari pembuatan alat teknologi tersebut adalah bahwa mereka sudah paham mekanisme kerjanya yang terdiri dari input-proses-output, mereka paham teori dan prakteknya membuat alat tersebut, dengan demikian mereka menguasai ilmu pengetahuan teknologi dasarnya membuat alat tersebut.

Pendidikan di poltekad dilaksanakan selama 4 tahun dengan gelar sarjana  terapan tehnik (STr.T) dimana mahasiswanya dari pangkat bintara TNI AD, namun tidak menutup kemungkinan kedepan dapat menerima mahasiswa dari kalangan PNS Hankam dan bintara dari matra Laut maupun Udara. Itu semua tergantung dari kebutuhan dan kebijakan pimpinan.

Poltekad sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi tentunya output mahasiswa yang diharapkan memiliki keahlian /ketrampilan/skill dasar teknologi sesuai bidang keilmuan masing-masing, sehingga sistim pembelajarannya memprioritaskan praktek 70% dan teori 30 %. Selain sistim pembelajaran berupa teori dan praktek melalui tatap muka, terstruktur dan mandiri, juga melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler untuk mengambangkan potensi diluar bidang keilmuan dan dalam rangka membangun  karakter melalui kegiatan olah raga, kesenian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan melaksanakan sistim pendidikan seperti tersebut diatas , maka bintara mahasiswa poltekad ketika lulus diharapkan memiliki pengetahuan dasar teknologi yang mumpuni, memiliki karakter yang baik dan memiliki kesehatan jasmani yang prima.

Potensi akademik bintara mahasiswa sudah terlihat selama melaksanakan pendidikan, karena mereka juga diikutkan dalam setiap perlombaan karya cipta teknologi tingkat nasional yang melibatkan universitas lainnya. Dalam beberapa kesempatan meraih juara ke 2 lomba robotic tk nasional yang diselenggarakan oleh Univ. Negeri Jogja dan meraih juara harapan pada lomba cyber tk nasional.

Tugas keluaran lulusan poltekad di proyeksikan menjadi Teknisi Ahli Utama, Asisten Peneliti atau Instruktur. Untuk mencapai tugas keluaran tersebut tentunya tidak cukup hanya dengan memiliki keahlian/ketrampilan/skill dasar, perlu ada proses lanjutan dalam pengembangan SDM prajurit TNI AD di bidang teknologi. Bintara mahasiswa lulusan poltekad ibaratnya sdh berbentuk pisau namun belum tajam, sehingga perlu dipertajam melalui pembinaan selanjutnya.

Pembinaan selanjutnya yang dilakukan adalah dengan menempatkan mereka di jabatan sesuai keahliannya sehingga dalam kurun waktu kurang lebih 10 th sejak mereka di-didik di poltekad baru akan terlihat hasilnya.

Pengembangan SDM Prajurit TNI AD di bidang teknologi butuh waktu dan perlu proses, tidak bisa dilakukan secara instan. Untuk itu pengembangan SDM secara sistimatis, konsisten dan berkelanjutan menjadi kunci agar hasil didik bintara mahasiswa di poltekad dapat dirasakan manfaatnya oleh TNI AD.

Kami yakin dengan sistim pengembangan SDM TNI bidang teknologi seperti tsb diatas maka pada saatnya nanti akan dapat mewujudkan harapan bapak Menhan RI yang meng-inginkan produk alutsista  Dalam Negeri dan dapat menjawab tantangan yang di sampaikan Presiden RI pada saat pidato HUT TNI ke 75 yaitu “ TNI harus siap menghadapi lompatan teknologi militer”

(DISPENAD/As)




Editor :
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada situsnews.com, silakan kontak ke email: redaksi situsnews.com
Berita Pilihan
Selasa 03 Februari 2026
Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung

Jumat 30 Januari 2026
PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi

Rabu 28 Januari 2026
ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat

Senin 26 Januari 2026
Jaecoo Hadirkan Dealer 3S Berstandar Global di Pekanbaru

Jumat 23 Januari 2026
Penertiban PKL Rohil Dinilai Tebang Pilih: Kedai Kopi Besar, Makan Badan Jalan Malah Dibiarkan

Jumat 16 Januari 2026
Kemah Budaya Wartawan HPN 2026 Digelar di Baduy, PWI Tekankan Penghormatan Adat

Selasa 13 Januari 2026
Rahasia Awet Muda Tanpa Skincare Mahal, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Jarang Disadari

Rabu 07 Januari 2026
Rekomendasi Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan, Mulai Rp30 Ribuan

Senin 29 Desember 2025
Upah Minimum Riau 2026 Ditetapkan, Ini Daftar UMK Kabupaten/Kota

Sabtu 27 Desember 2025
Tren Carnivore Diet Makin Populer, Pakar Ungkap Risiko di Balik Klaim Manfaat

Copyrights © 2025 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top