Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Tak Kalah, TNI Kembangkan Senjata 'Corner Shoot'
Kamis 03 Desember 2020, 22:08 WIB

Situsnews - Malang

Tak mau kalah dengan Israel, TNI AD turut mengembangkan senjata perang jarak dekat bernama 'Corner Shot', yang dikembangkan oleh Politeknik Angkatan Darat (Poltoked) Malang, Jawa Timur. Senjata ini, diciptakan untuk membantu prajurit dalam peperangan jarak dekat, terutama dalam ruangan.

"Jadi corner shoot adalah aksesoris senjata yang digunakan atau diranang pertempuran jarak dekat. Dimana ,manfaatnya dengan corner shoot kita bisa meliht musuh , musuh tidak bisa melihat kita," kata kapten Arh Dosen Golongan VI Jurusan Balistik Poltekad, Mohamad Ali, kamis (3/12/2020).

Senjata ini memang pertama kali diciptakan oleh Israel, dan sudah dipakai oleh beberapa pasukan khusus TNI. Namun, kata Ali, jika membeli produk dari israel, terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Ketika membeli dari Israel, maka TNI harus membeli keseluruhan senjata secara utuh, termasuk pistol yang menjadi kekuatan dalam senjata ini.

"Nah karena di AD menggunakan berbagai jenis pistol, mau tidak mau kita harus melihat pistol apa saja yang digunakan di angkatan darat. Sehingga design yang kita buat bisa menggunakan minimal 5 jenis pistol (karena gunner shot menggunakan pistol)," tambahnya.

Ali menyebut, senjata ini memang masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan. Meski demikian, TNI patut bangga karena belum ada yang pernah buat senjata jenis ini di Indonesia. Biaya pengembangan senjata ini sendiri mencapai Rp 100-200 juta, namun jika nantinya sudah disempurnakan dan dipasarkan, senjat ini diperkirakan hanya berharga Rp 40-50 juta.

"Estimasi kami kalo sudah fix jadi kamim yakin harganya tidak sampai maksimal 40-50 juta. Kalau kita bandingkan dengan Israel kita membeli satu komponen coner shoot tanpa senjata, kami pernah browsing antara 130 sampai 140 juta," ujarnya.

Jika digambarkan, senjata ini berbentuk senjata laras panjang pada umumnya. namun memiliki patahan ditengah senjatanya, agar bisa mengarahkan senjata (yang menggunakan pistol) ke arah kiri maupun kanan. Pada senjata tersebut, juga terdapat sebuah layar untuk melihat keberadaan musuh. Berat senjata ini jika digabung bersama pistol, mencapai 3-3.7 kg. Senjata ini juga dilengkapi dengan day and night vision.

(rri.co.id/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top