Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Kementan Aplikasikan Kecerdasan Artificial untuk Teknologi Pertanian
Jumat 13 November 2020, 15:35 WIB

 

Situsnews - Jakarta
Pengembangan Kecerdasan Artificial (KA) di Indonesia ke depan dapat meningkatkan produktivitas bagi bisnis dan efisiensi investasi sumberdaya manusia. Kecerdasan Artifisial (KA) ini sejalan dengan quickwin dan Roadmap Stranas BPPT. Puncaknya, BPPT menggelar Artificial Intelligence Summit 2020 (AIS 2020) pada 10-13 November 2020 sebagai ajang unjuk kemampuan pada masyarakat global akan kemampuan komponen bangsa Indonesia dalam mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial dan untuk menunjukan berbagai produk Inovasi dalam kecerdasan artifisial di Indonesia.

Kementerian Pertanian (Kementan) turut andil dalam mengembangkan AI karena ketahanan pangan menjadi prioritas target pemenuhan AI sampai dengan 2045. Hadir dalam diskusi tersebut Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi yang menyebut bahwa peran sektor pertanian dalam pengembangan AI sudah mulai dijalankan sejak era kepemimpinan Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Suwandi menuturkan beberapa hal yang berbasis teknologi telah diterapkan Kementan antara lain pemanfaatan satelit citralandsat-8 dan sentinel-2 dari LAPAN untuk memonitor perkembangan pertanaman padi dengan tingkat resolusi tinggi.

“Kami ada ruang kendali pusat data pertanian sampai tingkat kecamatan, disebutnya Agriculture War Room atau AWR,” sebut Suwandi.

Data dan informasi dari sensor, data sekunder, primer maupun laporan langsung dari petani terkirim pada AWR sebagai komando strategis nasional (kostranas) di bawah kendali Menteri Pertanian yang terkoneksi secara online dengan kostratani di BPP kecamatan, kostrada dibawah Bupati/walikota di Distan Kabupaten maupun Kostrawil dibawah Gubernur berada di Distan Provinsi, langsung direspon dan ditindaklanjuti di lapangan.

Suwandi menyebut kini saatnya memanfaatkan citra satelit, radar, drone, CCTV untuk memonitor kondisi pertanian. Data-data yang dirilis BMKG dipantau rutin untuk antisipasi dini terhadap perubahan iklim bisa berupa banjir, kekeringan dan lainnya. Data-data dan informasi ini penting diolah dengan KA dijadikan sebagai bahan early warning system (EWS)

Data dan informasi yang diperoleh diolah dengan KA dan diproses menjadi rekomendasi tindaklanjut.
“Misalnya dari data tersebut ditemukan pertanaman sedang terserang tikus atau terkena banjir, maka dapat dengan cepat direspon dan ditindaklanjuti dengan gerakkan brigade yang ada di lapangan. Saat ini sudah terbentuk brigade La Nina, Brigade Tanam, Brigade hama penyakit, maupun Brigade panen,” sebut Suwandi.

Dari sisi kemudahan akses teknologi, banyak aplikasi yang saat ini sudah diterapkan seperti Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SI Katam Terpadu) yang memuat informasi penting seputar tanam padi, Siperditan yang memuat peringatan dini dan penanganan dampak perubahan iklim pada sektor pertanian, serta Sarita sebagai sistem informasi pelaku agribisnis tanaman pangan.

Alat pertanian juga sudah dikenalkan berbasis teknologi seperti penggunaan drone tidak hanya digunakan untuk memantau pertanaman, tetapi juga untuk menyebar benih, menabur pupuk dan menyemprot pestisida. Untuk melakukan penyiraman air pada tanaman, teknik sprinkel maupun irigasi tetes sudah diperkenalkan dengan autonomus dan untuk kegiatan tertentu dibantu dengan robotik.

Di tempat sama Asril Jarin dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menyebutkan strategi nasional pemerintah bidang Artificial Intelligence(Kecerdasan Artifisial/AI)  yakni bidang pendidikan dan riset, kesehatan, mobilitas (smart city), ketahanan pangan dan reformasi birokrasi menjadi area prioritas ditargetkan untuk dipenuhi sampai 2045.

Dalam bidang ketahanan pangan, Sistem Kecerdasan Artifisial direncanakan untuk memprediksi panen tanaman per wilayah. Pengembangan Sistem Prediksi panen padi akan memanfaatkan citra satelit dengan Sistem prediksi lokasi lahan tanam yang cocok, jenis varietas yang cocok untuk lahan tertentu termasuk prediksi hasil panen dengan menggunakan kecerdasan artifisial guna membantu analisa dan perhitungan potensi pencapaian dan optimalisasi target produksi dari tanaman-tanaman di daerah-daerah.

“Sistem ini dikembangkan melalui pemprosesan gambar dari foto-foto yang diambil dari udara atau satelit termasuk pengolahan data-data kualitas gelombang sinar matahari, benih tanaman dan lahan pada laboratorium. Sistem akan menggabungkan informasi-informasi lain, seperti: kualitas tanah, cuaca setempat, dan pemilihan teknologi otomatisasi,” ujar Asril. Selain untuk memprediksi hasil panen, hasil olah data serta gambar-gambar yang diambil dari udara dan satelit dapat juga diolah untuk memberikan informasi wilayah tanaman atau peruntukan tanaman tersebut.

(Deptan/AS)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top