Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Saat Hidup Penuh Ketidakpastian, Ingatlah Allah Selalu Dekat   ●   
  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
WHO Katakan Amplifikasi Menurunkan Penularan Epidemi Covid-19
Minggu 20 September 2020, 12:28 WIB
Ilustrasi. Petugas kesehatan mendorong usungan dengan jenazah di Pusat Medis Yahudi Kingsbrook ditengah mewabahnya virus corona (COVID-19) di kawasan Brooklyn, New York, Amerika Serikat. /REUTERS

situsnews.com-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat lalu memberi peringatan bahwa virus corona tidak akan hilang dan tidak terbakar. Negara-negara yang memasuki musim dingin, utamanya orang-orang akan berkumpul lebih banyak di dalam ruangan. Untuk itu, menurutnya, perlu banyak aktivitas yang harus dilakukan agar terhindar peristiwa amplifikasi, menurunkan penularan epidemi ini

"Ini bukan situasi yang kita inginkan," ungkap Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO Mike Ryan saat konferensi pers di kantor pusat di Jenewa, Swiss, Jumat (17/09/2020) saat dikutip dari CNBC Internasional.

Dia pun menambahkan, "Ini bukan situasi di mana belahan bumi utara inginkan saat memasuki musim dingin. Ini bukan tempat yang diinginkan oleh negara berkembang dengan kondisi layanan kesehatan yang penuh dengan tekanan selama sembilan bulan ini."

Ryan mengatakan virus ini masih memiliki "jalan panjang untuk menghilang."

Beberapa pejabat WHO juga mengatakan mereka mulai melihat 'tren yang mengkhawatirkan' dalam jumlah kasus Covid-19, ketersediaan ICU dan rawat inap di belahan bumi utara saat memasuki musim yang lebih dingin.

"Itu (virus) tidak terbakar, tidak akan hilang," kata Ryan.

Dia pun mengkhawatirkan negara-negara yang memasuki musim dingin, karena saat musim dingin orang-orang akan berkumpul lebih banyak di dalam ruangan. Untuk itu, menurutnya, perlu banyak aktivitas yang harus dilakukan untuk menghindari peristiwa amplifikasi, menurunkan penularan epidemi ini, melindungi pembukaan sekolah, dan melindungi warga yang paling rentan dari penyakit parah dan risiko kematian.

Sebelumnya, Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Kluge telah memberi peringatan selama berminggu-minggu tentang peningkatan jumlah kasus Covid-19. Menurutnya, lebih dari separuh negara Eropa telah melaporkan peningkatan 10% atau lebih kasus dalam dua minggu terakhir dan tujuh di antaranya dilaporkan terdapat kasus baru yang meningkat lebih dari dua kali lipat.

Sementara di Amerika Serikat, pejabat kesehatan melaporkan rata-rata kasus baru Covid-19 per hari mencapai sekitar 39.000 kasus, berdasarkan data Universitas Johns Hopkins. Kasus Covid-19 tumbuh 5% atau lebih, berdasarkan rata-rata mingguan. Menurut analisis CNBC dari data Johns Hopkins, terdapat peningkatan dari delapan negara bagian pada waktu yang sama minggu lalu.

Pejabat kesehatan AS khawatir wabah itu bisa menjadi lebih buruk saat negara itu memasuki musim gugur dan musim dingin. Pejabat kesehatan telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka sedang bersiap untuk memerangi dua virus jahat yang beredar akhir tahun ini saat wabah Covid-19 memasuki musim flu. Awal bulan ini, Pakar Penyakit Menular Anthony Fauci mengatakan mendekati musim gugur ini, kasus baru setiap hari sangat tinggi di AS.

"Begitu (angka kasus) sudah tinggi, ini akan sulit untuk menurunkannya," katanya.

Fauci pun mengatakan bahwa angka untuk AS akan menjadi "ratusan kasus, ribuan, tetapi bukan 20, 30, 40 ribu kasus sehari."

Maria Van Kerkhove, Kepala Teknis WHO untuk pandemi Covid-19, mencatat bahwa pejabat kesehatan global memiliki ratusan studi seroepidemiologi yang meneliti tingkat infeksi virus corona pada populasi yang berbeda. Studi tersebut menunjukkan bahwa "mayoritas penduduk dunia rentan terhadap infeksi virus ini," katanya.

"Itu berarti virus masih panjang," lanjutnya.

Van Kerkhove mengatakan bahwa sangat penting bagi negara-negara untuk memiliki rencana yang kuat saat wabah muncul. Dia mengatakan kepada CNN bahwa peningkatan jumlah pasien rawat inap di beberapa negara Eropa, seperti Inggris dan Prancis adalah "tren yang mengkhawatirkan" karena belahan bumi utara bahkan dianggap belum mulai mengalami musim flu yang dapat menambah tekanan pada sistem kesehatan yang sudah terbebani.

"Yang sangat penting saat ini adalah bagaimana negara-negara dalam menyikapi kondisi ini seperti bagaimana mereka memecahkan masalah, dan menekan angka kasus serendah mungkin," imbuhnya.

"Ini bukan hanya tentang angka kasus. Ini sangat penting dan kita harus dapat melacak tren ini tetapi kita juga perlu melihat kapasitas rawat inap, hunian ICU dan berapa banyak orang yang dirawat di perawatan intensif," tuturnya.




Editor : dpriyatna
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top