Cok Simbara Hipnotis Penonton Film Horas Amang
Jumat 27 September 2019, 01:56 WIB
Jakarta- Film layar lebar dengan nuansa budaya Batak, "Horas Amang: Tiga Bulan untuk Selamanya" diperkenalkan kepada masyarakat. Diperankan Cok Simbara, film ini menjadi natural dan berhasil menampilkan dramatis. Tidak heran, jika para penonton di film ini, nampak sembab seusai menyaksikan film yang akan tayang, Jumat, 26 September 2019 ini.
Horas Amang merupakan film keluarga bernuansa budaya Batak. Horas Amang diperankan Cok Simbara yang memilii tiga anak dan merasa ditinggal sendirian dan tidak terperhatikan. Bahkan ketiga anaknya hendak menjual kampung Toba, tempat yang dibangun turun temurun kakek nenek moyangnya, Batak.
Dramatisasi film ini, begitu hidup. Cok Simbara mampu memerankan peran Horas Amang dengan natural. Film ini, sebuah tontonan segar bagi keluarga untuk kembali mengingatkan pentingnya suatu budaya daerah dan keharmonisan keluarga.
"Meski berlatar budaya Batak, film drama keluarga ini bisa dinikmati oleh penonton dari etnis manapun juga," kata produser Asye Berti Saulina Siregar jumpa pers Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/9) malam.
"Filmnya universal, hanya judulnya saja yang Bahasa Batak, dan kebetulan para pemainnya mayoritas orang Batak," tambahnya.
Urai Asye Berti Saulina, film ini dipersembahkan kepada seluruh anak-anak dan siapapun yang merasa masih memiliki ayah.
Sementara itu, Tata Ginting satu diantara pemeran mengungkapkan, tidak mudah mendapatkan film dengan nuansa kedaerahan, sesuai tanah kelahirannya. Nasib baik tengah menerpa Tata Ginting, karena ia bisa terlibat di film bernuansa Batak dengan judul Horas Amang: Tiga Bulan Untuk Selamanya. "Bener-bener nggak sangka bisa terlibat di film dengan nuasana leluhur saya," ujarnya.
Di film Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya ia main bareng Cok Simbara, Novita Dewi, Dendi Tambunan, Piet Pagau, Jack Marpaung, Indra Pacique, Vanessa Anggraeni, Elli Sofiani, Ibas Aragi, Jufriaman Saragih, Dodi Epen Cupen, Rizma Simbolon dan Manda Cello.
Cok Simbara di tempat yang sama mengatakan, dirinya bangga sekali bisa terlibat dalam film Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya. Apalagi film yang bercerita tentang adat Batak jarang diproduksi di industri film tanah air. "Senang ya jarang-jarang film tentang Batak. Apalagi perannya saya pikir pas Alhamdulillah bisa menjalaninya dengan baik," tutur Cok.
Sekalipun film Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya mengangkat cerita tentang adat Batak, Tanta Ginting memastikan ceritanya menarik dan mudah dipahami masyarakat Indonesia karena menggunakan bahasa Indonesia.
"Film ini berlatar belakang adat Batak tapi ceritanya universal dan dengan bahasa Indonesia. Film ini diperuntukkan buat masyarakat Indonesia. Semoga film ini menjadi tontonan buat masyarakat Indonesia," ucapnya.
Film Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya rencananya akan tayang di seluruh bioskop tanah air mulai 26 September 2019 mendatang.
Horas Amang merupakan film keluarga bernuansa budaya Batak. Horas Amang diperankan Cok Simbara yang memilii tiga anak dan merasa ditinggal sendirian dan tidak terperhatikan. Bahkan ketiga anaknya hendak menjual kampung Toba, tempat yang dibangun turun temurun kakek nenek moyangnya, Batak.
Dramatisasi film ini, begitu hidup. Cok Simbara mampu memerankan peran Horas Amang dengan natural. Film ini, sebuah tontonan segar bagi keluarga untuk kembali mengingatkan pentingnya suatu budaya daerah dan keharmonisan keluarga.
"Meski berlatar budaya Batak, film drama keluarga ini bisa dinikmati oleh penonton dari etnis manapun juga," kata produser Asye Berti Saulina Siregar jumpa pers Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/9) malam.
"Filmnya universal, hanya judulnya saja yang Bahasa Batak, dan kebetulan para pemainnya mayoritas orang Batak," tambahnya.
Urai Asye Berti Saulina, film ini dipersembahkan kepada seluruh anak-anak dan siapapun yang merasa masih memiliki ayah.
Sementara itu, Tata Ginting satu diantara pemeran mengungkapkan, tidak mudah mendapatkan film dengan nuansa kedaerahan, sesuai tanah kelahirannya. Nasib baik tengah menerpa Tata Ginting, karena ia bisa terlibat di film bernuansa Batak dengan judul Horas Amang: Tiga Bulan Untuk Selamanya. "Bener-bener nggak sangka bisa terlibat di film dengan nuasana leluhur saya," ujarnya.
Di film Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya ia main bareng Cok Simbara, Novita Dewi, Dendi Tambunan, Piet Pagau, Jack Marpaung, Indra Pacique, Vanessa Anggraeni, Elli Sofiani, Ibas Aragi, Jufriaman Saragih, Dodi Epen Cupen, Rizma Simbolon dan Manda Cello.
Cok Simbara di tempat yang sama mengatakan, dirinya bangga sekali bisa terlibat dalam film Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya. Apalagi film yang bercerita tentang adat Batak jarang diproduksi di industri film tanah air. "Senang ya jarang-jarang film tentang Batak. Apalagi perannya saya pikir pas Alhamdulillah bisa menjalaninya dengan baik," tutur Cok.
Sekalipun film Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya mengangkat cerita tentang adat Batak, Tanta Ginting memastikan ceritanya menarik dan mudah dipahami masyarakat Indonesia karena menggunakan bahasa Indonesia.
"Film ini berlatar belakang adat Batak tapi ceritanya universal dan dengan bahasa Indonesia. Film ini diperuntukkan buat masyarakat Indonesia. Semoga film ini menjadi tontonan buat masyarakat Indonesia," ucapnya.
Film Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya rencananya akan tayang di seluruh bioskop tanah air mulai 26 September 2019 mendatang.
Untuk saran dan pemberian informasi kepada situsnews.com, silakan kontak ke email: redaksi situsnews.com
Berita Pilihan
Selasa 03 Februari 2026
Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung
Jumat 30 Januari 2026
PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi
Rabu 28 Januari 2026
ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat
Senin 26 Januari 2026
Jaecoo Hadirkan Dealer 3S Berstandar Global di Pekanbaru
Jumat 23 Januari 2026
Penertiban PKL Rohil Dinilai Tebang Pilih: Kedai Kopi Besar, Makan Badan Jalan Malah Dibiarkan
Jumat 16 Januari 2026
Kemah Budaya Wartawan HPN 2026 Digelar di Baduy, PWI Tekankan Penghormatan Adat
Selasa 13 Januari 2026
Rahasia Awet Muda Tanpa Skincare Mahal, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Jarang Disadari
Rabu 07 Januari 2026
Rekomendasi Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan, Mulai Rp30 Ribuan
Senin 29 Desember 2025
Upah Minimum Riau 2026 Ditetapkan, Ini Daftar UMK Kabupaten/Kota
Sabtu 27 Desember 2025
Tren Carnivore Diet Makin Populer, Pakar Ungkap Risiko di Balik Klaim Manfaat
Internasional

Senin 15 Desember 2025, 14:47 WIB
Aksi Heroik Pria Muslim di Pantai Bondi Tuai Pujian Dunia
Kamis 11 Desember 2025
Jadi Negara Pertama, Australia Terapkan Larangan Total Media Sosial untuk Anak
Sabtu 25 Oktober 2025
Kenapa Jumlah Teman Makin Berkurang saat Dewasa? Ini Alasan Ilmiahnya
Sabtu 11 Oktober 2025
Gencatan Senjata Gaza: Penemuan 55 Jenazah dari Reruntuhan
Politik

Kamis 06 November 2025, 08:29 WIB
Doli: Musda Golkar Riau Harus Jadi Awal Kebangkitan Menuju 2029
Minggu 07 September 2025
DPW PKS Riau Lantik Pengurus DPD PKS Kampar, Fahmi SE ME Resmi Nahkodai
Senin 05 Mei 2025
MK Tolak Gugatan Wakil Bupati Siak, Afni-Syamsurizal Tetap Pemenang Pilkada 2024
Kamis 17 Oktober 2024
Dukung Abdul Wahid-SF Haryanto, DPP Pemuda Sriwijaya RoadShow ke Seluruh Riau
Nasional

Sabtu 24 Januari 2026, 07:25 WIB
Kebocoran Pipa Gas Tekan Produksi Blok Rokan, PHR Siapkan Pemulihan
Sabtu 24 Januari 2026
Kebocoran Pipa Gas Tekan Produksi Blok Rokan, PHR Siapkan Pemulihan
Senin 19 Januari 2026
Mahkamah Konstitusi Tegaskan Kolumnis Bukan Profesi Wartawan
Jumat 16 Januari 2026
Kemah Budaya Wartawan HPN 2026 Digelar di Baduy, PWI Tekankan Penghormatan Adat
Terpopuler
01
Kamis 06 Desember 2018, 07:17 WIB
Tabrakan Dua Pesawat Militer AS di Jepang, Tujuh Awak Hilang 02
Kamis 06 Desember 2018, 09:45 WIB
1 Anggota Brimob Tertembak Saat Pencarian Korban Penembakan KKB 03
Kamis 06 Desember 2018, 11:59 WIB
Ditolak Istri Berhubungan Badan, Ayah di Merangin Cabuli Anak Kandung 04
Kamis 06 Desember 2018, 06:35 WIB
MotoGP Ubah Kebijakan untuk Rider yang Finis Sambil Terjatuh 05
Kamis 06 Desember 2018, 07:34 WIB
Zumi Zola Hadapi Vonis
Pekanbaru

Sabtu 17 Januari 2026, 06:51 WIB
Pekanbaru Tambah 104 SPPG untuk Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis Tahun 2026
Sabtu 17 Januari 2026
Pekanbaru Tambah 104 SPPG untuk Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis Tahun 2026
Kamis 15 Januari 2026
Revolusi Perizinan di Pekanbaru: Lewat Sip Aman, Urus PBG Tak Lagi Bertahun-tahun
Jumat 26 Desember 2025
Dukung PSN, Pekanbaru Dorong Pembangunan Jalan 70 Tenayan dan Jembatan Siak V