Jeff Bezos.AMERIKA SERIKAT - Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menilai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berpotensi meningkatkan produktivitas ekonomi hingga memungkinkan sebagian orang bekerja hanya tiga hari dalam seminggu, tetapi tetap mampu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada 7 Oktober 2026, Bezos mengatakan peningkatan produktivitas dapat memberi masyarakat lebih banyak pilihan dalam mengatur waktu kerja dan kehidupan pribadi.
“Sebagian orang akan memutuskan, ‘Saya bisa menghidupi keluarga saya dengan bekerja tiga hari seminggu.’ Itulah makna produktivitas dalam perekonomian,” ujar Bezos.
Ia juga memperkirakan peningkatan produktivitas dapat memungkinkan sebagian keluarga mengandalkan satu pencari nafkah. Dengan kondisi tersebut, salah satu pasangan berpotensi memilih untuk tidak bekerja jika keadaan keuangan keluarga memungkinkan.
“Anda tidak lagi harus memiliki rumah tangga dengan dua pencari nafkah. Jika Anda tetap menginginkannya, silakan. Namun jika tidak, salah satu dari kalian bisa berhenti,” katanya.
Bezos bahkan berpandangan bahwa peningkatan produktivitas akibat AI berpotensi memunculkan tantangan berbeda di pasar tenaga kerja, yakni kesulitan perusahaan merekrut pekerja apabila sebagian orang memilih mengurangi jam kerja.
“Akan sulit merekrut orang, karena produktivitas ekonomi akan menciptakan kondisi di mana jika orang tak ingin merangkap dua pekerjaan, mereka tak perlu melakukannya,” ujarnya.
Optimistis AI Tak Selalu Berujung PHK
Pandangan Bezos tersebut berbeda dari kekhawatiran sejumlah pihak mengenai potensi AI menggantikan pekerjaan manusia. Seiring semakin banyak perusahaan mengadopsi otomatisasi, muncul kekhawatiran bahwa sejumlah pekerjaan akan berkurang atau berubah.
Bezos mengakui adanya kekhawatiran tersebut, tetapi tidak sependapat bahwa pengangguran massal merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari perkembangan AI.
Ia juga menyoroti kiprahnya di Prometheus, perusahaan rintisan AI yang didirikannya bersama mitra dan dipimpinnya sebagai salah satu co-CEO. Perusahaan itu berfokus pada pengembangan teknologi yang dapat membantu proses rekayasa dan pembuatan produk fisik.
Bezos menyebut salah satu tujuannya adalah mengembangkan teknologi yang disebut artificial general engineer, yakni sistem AI yang dapat membantu manusia mengubah gagasan menjadi produk nyata.
“Kami akan membuat perangkat yang sangat mudah digunakan sehingga siapa pun akan bisa menjadi seorang insinyur,” ujarnya.
Prediksi di Tengah Pengurangan Karyawan Amazon
Optimisme Bezos mengenai dampak AI terhadap produktivitas muncul ketika Amazon, perusahaan yang didirikannya, melakukan pengurangan sekitar 30.000 posisi korporat dalam periode yang disebut dalam laporan media.
Saat ditanya mengenai pengurangan karyawan tersebut, Bezos mengaitkannya dengan ekspansi dan perekrutan besar-besaran yang dilakukan perusahaan setelah pandemi Covid-19.
Meski demikian, pandangannya mengenai masa depan pekerjaan masih berupa prediksi. Seberapa besar peningkatan produktivitas AI akan memengaruhi jam kerja, pendapatan rumah tangga, dan kebutuhan tenaga kerja akan bergantung pada penerapan teknologi serta kondisi ekonomi.
Menurut data Forbes yang dikutip dalam pemberitaan pada Oktober 2026, kekayaan Bezos diperkirakan mencapai sekitar US$380,8 miliar per 12 Oktober. Angka kekayaan bersih dapat berubah mengikuti pergerakan aset dan pasar.
Bos Teknologi Lain Juga Prediksi Jam Kerja Berkurang
Bezos bukan satu-satunya tokoh teknologi dan bisnis yang memperkirakan AI dapat mengubah pola kerja tradisional.
CEO Nvidia, Jensen Huang, pernah mengisyaratkan kemungkinan penerapan pekan kerja empat hari. Sementara itu, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperkirakan kemajuan teknologi dapat membuat sebagian pekerja menjalani pekan kerja yang lebih pendek.
Pendiri Microsoft, Bill Gates, juga pernah membahas kemungkinan manusia bekerja hanya dua hari dalam seminggu apabila AI mengambil alih lebih banyak tugas.
Berbagai pandangan tersebut mencerminkan optimisme bahwa peningkatan produktivitas dapat membuka ruang bagi pengurangan jam kerja. Namun, realisasinya akan bergantung pada bagaimana manfaat teknologi dibagikan, kebijakan perusahaan, dan perkembangan pasar tenaga kerja.
Dengan demikian, pekan kerja tiga hari masih merupakan gambaran masa depan yang dibayangkan Bezos, bukan kondisi yang telah berlaku secara luas. Dampak AI terhadap pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat masih akan berkembang seiring dengan penerapan teknologi tersebut. (detik)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Internasional |



01
02
03
04
05
