Ilustrasi bekerja produktif.(SHUTTER STOCK)JAKARTA - Islam mengajarkan umatnya untuk menyeimbangkan doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal dalam menjalani kehidupan. Keempatnya menjadi bagian penting dalam upaya meraih tujuan sekaligus menjaga keyakinan kepada Allah SWT.
Doa menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT. Sementara itu, usaha dan ikhtiar diwujudkan melalui tindakan nyata, sedangkan tawakal merupakan sikap menyerahkan hasil dari usaha tersebut kepada-Nya.
Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dapat membantu umat Islam menjalani berbagai tantangan kehidupan dengan lebih tenang, penuh harapan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
Pengertian Doa dalam Islam
Doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang mencerminkan pengakuan manusia atas keterbatasan dirinya serta kebutuhan akan pertolongan Allah SWT. Dalam bahasa Arab, kata doa berasal dari da’a, yang berarti memanggil atau memohon.
Melalui doa, seorang Muslim dapat memohon keselamatan, rezeki yang halal, kesehatan, serta keteguhan iman. Doa juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengingatkan manusia agar senantiasa rendah hati.
Berdoa tidak hanya dilakukan ketika menghadapi kesulitan. Dalam keadaan lapang dan bahagia sekalipun, umat Islam dianjurkan untuk tetap berdoa sebagai bentuk rasa syukur dan penghambaan kepada Allah SWT.
Sikap tadharru’, yakni merendahkan diri di hadapan Allah, menjadi salah satu hal yang penting dalam berdoa. Seorang Muslim hendaknya berdoa dengan penuh keyakinan, sembari tetap menjalankan kewajiban dan melakukan usaha yang diperlukan.
Pengertian Usaha dan Ikhtiar
Usaha atau ikhtiar merupakan upaya sungguh-sungguh yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan. Dalam konteks Islam, ikhtiar tidak sekadar berarti bekerja keras, tetapi juga memilih jalan yang baik dan sesuai dengan ajaran agama.
Ikhtiar dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan keluarga. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki sekaligus mempertimbangkan nilai-nilai kebaikan.
Dalam buku Hakikat Ilmu Tasawuf karya H. Abd. Rahman, ikhtiar dijelaskan sebagai bentuk komitmen untuk berusaha secara sungguh-sungguh dalam berbagai aspek kehidupan.
Ikhtiar juga perlu dilakukan dengan memperhatikan etika dan cara yang benar. Tujuan yang baik hendaknya ditempuh melalui langkah-langkah yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Dengan demikian, ikhtiar bukan hanya tentang seberapa besar usaha yang dilakukan, melainkan juga bagaimana seseorang mengambil keputusan dan menghadapi persoalan secara bertanggung jawab.
Pengertian Tawakal
Tawakal adalah sikap menyerahkan urusan kepada Allah SWT setelah melakukan usaha secara maksimal. Tawakal bukan berarti berhenti berusaha atau menerima keadaan tanpa melakukan tindakan, melainkan mempercayakan hasil akhir kepada Allah setelah menjalankan ikhtiar.
Dalam buku Dahsyatnya Sabar, Syukur, Ikhlas, dan Tawakal karya Abdul Syukur al-Aziz, tawakal dijelaskan sebagai bentuk kepercayaan kepada Allah SWT setelah seseorang berusaha.
Konsep tawakal juga dibahas Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin. Prinsip utamanya adalah keteguhan hati dalam menyerahkan diri kepada Allah setelah melakukan ikhtiar dengan sebaik-baiknya.
Tawakal mengajarkan umat Islam untuk tetap berusaha, berdoa, dan menerima hasil dengan lapang dada. Ketika memperoleh keberhasilan, seseorang tidak sepatutnya menjadi sombong. Sebaliknya, ketika menghadapi kegagalan, ia tidak seharusnya langsung berputus asa.
Dalil tentang Tawakal
Anjuran untuk bertawakal disebutkan dalam sejumlah ayat Al-Qur'an. Salah satunya terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 159, yang memerintahkan umat Islam untuk bertawakal kepada Allah setelah membulatkan tekad.
Ayat tersebut menegaskan pentingnya mengambil keputusan dan menjalankan usaha sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Prinsip serupa terdapat dalam Surah At-Talaq ayat 3, yang menjelaskan bahwa Allah akan mencukupkan keperluan orang yang bertawakal kepada-Nya.
Sementara itu, Surah Al-Anfal ayat 2 menyebutkan bahwa orang-orang beriman adalah mereka yang bertawakal kepada Tuhan mereka.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW memberikan perumpamaan tentang burung yang pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang. Perumpamaan tersebut kerap digunakan untuk menjelaskan bahwa tawakal perlu disertai usaha.
Dari berbagai dalil tersebut, tawakal dapat dipahami sebagai perpaduan antara keyakinan kepada Allah SWT dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan.
Contoh Tawakal dalam Kehidupan Sehari-hari
Tawakal dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, bukan hanya dalam pelaksanaan ibadah ritual. Berikut beberapa contohnya:
1. Dalam pekerjaan
Seorang pedagang berusaha menyediakan barang berkualitas, melayani pembeli dengan jujur, dan memasarkan dagangannya dengan tekun. Setelah menjalankan usaha tersebut, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
2. Dalam pendidikan
Seorang pelajar belajar secara teratur, memahami materi, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Setelah berusaha sebaik mungkin, ia menerima hasil ujian dengan lapang dada dan menjadikannya bahan evaluasi.
3. Dalam pernikahan
Seseorang berusaha mencari pasangan hidup melalui cara yang sesuai dengan ajaran Islam, menjalani proses perkenalan dengan baik, serta memohon petunjuk melalui doa dan istikharah.
4. Dalam menjaga kesehatan
Ketika sakit, seseorang berusaha memperoleh penanganan medis, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, menjaga pola hidup, dan tetap berdoa memohon kesembuhan kepada Allah SWT.
Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa tawakal bukanlah sikap pasif. Tawakal justru berjalan beriringan dengan usaha nyata dan keyakinan kepada Allah SWT.
Manfaat Tawakal bagi Kehidupan
Menerapkan tawakal dapat membantu seseorang menghadapi ketidakpastian hidup dengan lebih tenang. Sikap ini mengajarkan manusia untuk memahami bahwa tidak semua hasil berada dalam kendalinya, meskipun usaha telah dilakukan secara maksimal.
Sejumlah manfaat tawakal yang dijelaskan dalam bahan rujukan antara lain:
Membantu seseorang agar tidak mudah berputus asa ketika menghadapi kegagalan.
Memberikan ketenangan hati dalam menjalani kehidupan.
Membantu menghadapi kesedihan dan kekhawatiran dengan lebih baik.
Menghindarkan seseorang dari sikap berlebihan ketika memperoleh keberhasilan.
Mengurangi kecenderungan bersikap sombong atau takabur.
Tawakal juga mengingatkan manusia untuk tetap rendah hati, baik ketika berhasil maupun saat menghadapi kesulitan. Hasil yang diperoleh tidak seharusnya membuat seseorang melupakan usaha, doa, dan pertolongan Allah SWT.
Dalil tentang Ikhtiar
Selain tawakal, Islam juga menekankan pentingnya ikhtiar. Salah satu rujukannya terdapat dalam Surah Yusuf ayat 87, ketika Nabi Yakub AS memerintahkan anak-anaknya untuk mencari berita tentang Nabi Yusuf AS dan saudaranya, Bunyamin, serta tidak berputus asa dari rahmat Allah.
Anjuran untuk melakukan perubahan juga sering dikaitkan dengan Surah Ar-Ra'd ayat 11, yang menjelaskan bahwa Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa manusia perlu mengambil peran aktif dalam memperbaiki kehidupannya. Harapan terhadap pertolongan Allah hendaknya berjalan bersama upaya nyata, perencanaan, dan kesungguhan.
Ikhtiar juga tidak terbatas pada urusan materi. Usaha dapat mencakup peningkatan pengetahuan, perbaikan perilaku, penguatan spiritual, serta berbagai tindakan untuk mencapai kebaikan dunia dan akhirat.
Manfaat Ikhtiar dalam Kehidupan
Ikhtiar memiliki sejumlah manfaat bagi kehidupan seorang Muslim. Selain membantu mencapai tujuan, ikhtiar juga menjadi sarana untuk mengembangkan potensi dan menjalankan tanggung jawab.
Berdasarkan buku 17 Tuntunan Hidup Muslim karya Wahyono Hadi Parmono dan Ismuandar, manfaat ikhtiar antara lain sebagai berikut:
Menjadi bagian dari upaya menjalani kehidupan yang lebih baik.
Membantu seseorang memanfaatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
Menumbuhkan kesadaran akan keterbatasan manusia.
Mendorong seseorang untuk menentukan pilihan dan bertanggung jawab atas tindakannya.
Menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tawakal kepada Allah SWT.
Dengan demikian, doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal saling berkaitan dalam kehidupan seorang Muslim. Doa menjadi sarana memohon pertolongan, ikhtiar diwujudkan melalui usaha yang sungguh-sungguh, sedangkan tawakal menjadi bentuk penyerahan hasil kepada Allah SWT.
Keseimbangan antara ketiganya membantu seseorang tetap berusaha tanpa kehilangan keyakinan, sekaligus menerima hasil dengan sikap rendah hati dan penuh kesabaran. (liputan6)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Gaya Hidup |



01
02
03
04
05
