Suasana demonstrasi pelajar di Prancis yang diberitakan berujung kericuhan dan berdampak pada penutupan sejumlah sekolah.
PARIS – Sekitar 400 sekolah di Prancis diperkirakan tetap ditutup pada Jumat (2/10/2026), setelah rangkaian protes pelajar berujung kericuhan dan kekerasan. Sejumlah laporan menyebutkan aksi tersebut juga diwarnai pembakaran sekolah.
Penutupan sekolah dilakukan sebagai langkah pengamanan menyusul situasi yang berkembang di sejumlah lokasi. Dampaknya dirasakan oleh siswa, tenaga pendidik, dan keluarga yang harus menyesuaikan kegiatan belajar.
Informasi mengenai jumlah sekolah yang tutup dan perkembangan demonstrasi masih dapat berubah mengikuti laporan otoritas setempat. Dilaporkan pada Jumat (2/10/2026) adanya sekolah yang terdampak serta insiden pembakaran dalam rangkaian protes.
Pemerintah dan aparat keamanan Prancis menghadapi kebutuhan untuk menjaga keselamatan warga sekaligus menangani penyampaian aspirasi pelajar sesuai ketentuan hukum. (*)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Internasional |



01
02
03
04
05
