Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam rangkaian diplomasi di New York. Pertemuan tersebut berlangsung ketika Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama ketegangan kawasan.
WASHINGTON — Perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian dunia setelah Iran mengajukan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Proposal tersebut disampaikan dengan sejumlah persyaratan, termasuk penghentian permusuhan dan blokade laut. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan menolak tawaran tersebut dan mempertimbangkan opsi serangan baru terhadap Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Perkembangan konflik di kawasan tersebut karena itu tidak hanya berdampak secara geopolitik, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan pelayaran dan pasar energi global.
Di tengah situasi tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan mendorong penyelesaian konflik melalui dialog serta perundingan. (*)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Internasional |



01
02
03
04
05
