Rabu, 23 September 2026

Breaking News

  • Pemerintah Silahkan KPK Nusron Wahid   ●   
  • Wah, Ombudsman Ri Temukan Hunian Mewah di Lapas   ●   
  • BI Tegaskan Uang Rupiah Tetap Sah Meski Menteri Keuangan dan Gubernur BI Berganti   ●   
  • Trump Tolak Regulasi Global AI dalam Pidato di Sidang Umum PBB   ●   
  • Hendro Yap dan Violine Intan Pecahkan Rekor Nasional di Asian Games 2026   ●   
Saat Julaibib Memilih Taat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di Atas Kebahagiaan Dunia
Rabu 23 September 2026, 06:16 WIB

JULABIB merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang memiliki kehidupan sederhana. Kondisi fisiknya, keadaan ekonomi, serta nasabnya membuat dirinya tidak dipandang menarik oleh sebagian wanita di Madinah kala itu.

Julaibib menyadari keadaan tersebut. Ia bahkan tidak memiliki keinginan untuk menikah karena merasa rendah diri dan menganggap tidak akan ada wanita yang bersedia menjadi pendamping hidupnya.

Namun, keterbatasan dalam urusan fisik dan harta tidak menghalangi Julaibib untuk menjadi pribadi yang saleh. Ia dikenal selalu berada di barisan depan, baik ketika menunaikan salat maupun saat berada di medan perang.

Dalam buku Saat Semua Meninggalkanmu, Allah Setia Menunggumu karya Hafidz Muftisany, diceritakan bagaimana Rasulullah SAW memperhatikan kehidupan Julaibib.

Suatu ketika, Rasulullah SAW bertanya kepada Julaibib mengenai keinginannya untuk menikah.

"Tidakkah engkau ingin menikah, wahai Julaibib?" tanya Rasulullah SAW.

Pertanyaan tersebut disampaikan hingga tiga kali. Namun, Julaibib tetap menolaknya karena menyadari kondisi dirinya.

Rasulullah SAW ternyata tidak berhenti pada pertanyaan. Beliau kemudian mendatangi rumah salah seorang pemimpin kaum Anshar untuk menyampaikan maksudnya.

"Aku ingin menikahkan putri kalian," kata Rasulullah SAW.

Keluarga tersebut sempat mengira Rasulullah SAW bermaksud meminang putri mereka untuk dirinya sendiri. Karena itu, mereka menyambut kedatangan beliau dengan gembira.

Namun, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa lamaran tersebut bukan untuk dirinya.

"Bukan untukku. Kupinang putri kalian untuk Julaibib," ujar Rasulullah SAW.

Mendengar hal itu, sang ayah terkejut. Julaibib sendiri juga merasa semakin rendah diri. Ia menyadari perbedaan kondisi antara dirinya dengan putri seorang pemimpin Anshar.

Sang ayah kemudian meminta waktu untuk membicarakan hal tersebut bersama istrinya.

"Tunggu, Rasulullah! Saya akan meminta pendapat ibunya terlebih dahulu," ujarnya.

Keluarga tersebut awalnya keberatan dengan rencana pernikahan itu. Namun, putri mereka ternyata mendengar pembicaraan kedua orang tuanya.

Ia kemudian menyampaikan pandangannya.

"Apakah kalian hendak menolak perintah Rasulullah SAW? Jika beliau merestui laki-laki itu untuk kalian, maka nikahkanlah ia!" katanya.

Mendengar perkataan putrinya, sang ayah pun menyadari bahwa keputusan tersebut tidak sepatutnya ditolak.

"Engkau benar," jawabnya.

Sang ayah kemudian menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan kesediaan keluarganya.

"Jika engkau merestuinya, kami pun merestuinya," katanya.

Rasulullah SAW kemudian menjawab, "Ya, aku merestuinya."

Julaibib akhirnya menikah dengan putri pemimpin kaum Anshar tersebut.

Tidak lama berselang, Madinah menghadapi serangan musuh. Julaibib turut bergabung dalam peperangan bersama kaum Muslimin.

Setelah pertempuran berakhir, para sahabat menemukan Julaibib telah gugur. Di sekitar jasadnya juga ditemukan sejumlah orang dari pihak musuh yang tewas. Dalam salah satu riwayat disebutkan terdapat tujuh orang musyrik di sekitar Julaibib.

Rasulullah SAW kemudian mendatangi jasad Julaibib dan turut mengurus pemakamannya.

Kehidupan istri Julaibib setelah kepergian suaminya juga menjadi bagian dari kisah tersebut. Anas RA meriwayatkan bahwa perempuan itu kemudian menjadi salah satu wanita yang paling disukai di Madinah.

Kisah Julaibib tersebut disebutkan dalam sejumlah riwayat hadis, antara lain yang diriwayatkan Ahmad, Bukhari, dan Muslim dari Anas RA. Abu Ya'la juga meriwayatkannya. Kisah tersebut turut dinukil Badawi Mahmud Syaikh dalam Riyadhu ash-Shalihat terjemahan Yodi Indrayadi.

Kisah Julaibib menggambarkan bagaimana seseorang yang secara duniawi dipandang memiliki banyak keterbatasan tetap mendapat tempat terhormat karena ketakwaan dan pengabdiannya.(*)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 22 September 2026
Gaji Bukan Segalanya, 12 Kebiasaan Ini Bisa Bantu Wujudkan Financial Freedom

Jumat 18 September 2026
Jangan Jadikan Takdir Alasan Bermalas-malasan, Takdir Bukan Alasan Berhenti Berusaha

Kamis 17 September 2026
2027 Punya 18 Hari Libur Nasional, Ini Daftar Lengkapnya

Selasa 15 September 2026
TNI AL Sambangi Pesisir Bantan, Narkoba dan Abrasi Jadi Sorotan

Sabtu 12 September 2026
Catat, Ini Perkiraan Libur Hari Besar Islam Tahun 2027

Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top