Syekh Ibrahim Al-Madani mengumandangkan azan Subuh di Masjidil Haram pada Senin dini hari, 21 September 2026. Beberapa jam kemudian, salah satu suara yang selama bertahun-tahun mengiringi jemaah menuju salat itu berpulang ke rahmatullah.
MAKKAH — Suara azan Subuh yang menggema dari Masjidil Haram, Senin (21/9/2026), menjadi lantunan terakhir Syekh Ibrahim bin Adel Al-Madani.
Beberapa jam setelah mengumandangkan azan, salah satu muazin Masjidil Haram itu meninggal dunia di usia 51 tahun.
Kabar wafatnya Syekh Ibrahim sontak mengundang duka umat Islam. Selama bertahun-tahun, suaranya dikenal terutama melalui azan Subuh dan takbir yang menggema di Masjidil Haram.
Syekh Ibrahim mulai mengumandangkan azan sejak usia muda di Madinah. Perjalanan pengabdiannya kemudian membawanya dipercaya menjadi muazin Masjidil Haram sekitar 2018.
Ada kisah mengharukan di balik pengabdiannya.
Saat pertama kali mengumandangkan azan di Masjidil Haram, ia dikisahkan menangis ketika melihat jemaah bertawaf mengelilingi Ka'bah sementara suaranya menggema di rumah suci tersebut.
Kini, suara itu menjadi kenangan.
Pada hari terakhirnya, Syekh Ibrahim masih menjalankan tugas sebagai muazin dan menyerukan umat Islam untuk menunaikan salat.
Beberapa jam kemudian, ia sendiri memenuhi panggilan Allah untuk selama-lamanya.
Jenazahnya disalatkan di Masjidil Haram setelah salat Asar dan kemudian dimakamkan di Pemakaman Al-Ma'la, Makkah.
Azan telah selesai. Namun suara yang menyeru manusia kepada Allah itu akan terus hidup dalam ingatan umat.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Internasional |



01
02
03
04
05
