Houthi menyerang Arab Saudi pada Sabtu (19/9/2026). Serangan Hauthi ke Arab Saudi ini mndapat kecaman dari berbagai kalanganJAKARTA-Serangan kelompok pemberontak Houthi ke Riyadh, Arab Saudi menuai kecaman. Kecaman tersebut datang dari sejumlah pihak, salah satunya pemerintah Yaman.
Dirangkum detik, Minggu (20/9/2026), ledakan terdengar di Riyadh pada hari Sabtu (19/9/2026), waktu setempat setelah otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara menyusul ancaman serangan dari kelompok Houthi pro-Iran di Yaman. Pemerintah Yaman menilai serangan Houthi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Saudi.
Kementerian Luar Negeri Yaman dalam keterangannya seperti dilansir Al Jazeera menganggap kelompok Houthi bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kemlu Yaman menambahkan, pihaknya "juga menganggap rezim Iran bertanggung jawab karena terus memberikan dukungan militer kepada kelompok itu dan memungkinkannya melanjutkan serangan demi kepentingan agenda regional Iran".
Mereka juga menyatakan dukungan terhadap langkah apa pun yang diambil oleh Arab Saudi dan pasukan koalisi pimpinan Saudi untuk "menangkal serangan dan melindungi keamanan kerajaan".
Dilansir Anadolu, Minggu (20/9/2026), melalui platform media sosial akun Travel.Gov, milik Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa warga Amerika di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, serta gangguan perjalanan.
Akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tak terduga," demikian pernyataan tersebut.
Pihaknya memperingatkan kelompok Houthi yang didukung Iran telah melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang melibatkan bandara sipil, dan menyatakan bahwa konflik tersebut "berpotensi meningkat dengan cepat."
Sebelumnya, ledakan terdengar di Riyadh pada hari Sabtu waktu setempat. Ledakan terdengar setelah otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara menyusul ancaman serangan dari kelompok Houthi pro-Iran di Yaman.
"Wilayah ini berada di bawah ancaman udara musuh," demikian bunyi pesan peringatan yang diterima oleh para penduduk di ibu kota Arab Saudi dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/9/2026).
Ini merupakan pertama kalinya ibu kota terdampak secara langsung sejak konflik di negara tetangga, Yaman, kembali memanas pada bulan Juli.
Kelompok Houthi di Yaman, pada Jumat (18/9) menyatakan bahwa Arab Saudi telah melancarkan 26 serangan ke wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali mereka dalam 24 jam terakhir, seiring sengitnya bentrokan antara kelompok pro-Iran tersebut dan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh dalam perang saudara yang kembali membara.
Kelompok tersebut menyebutkan bahwa jumlah serangan Arab Saudi kepada mereka telah mencapai 300 kali selama sepekan terakhir, dan menargetkan berbagai wilayah di Yaman yang dikuasai Houthi.
Saudi Cegat Serangan Rudal Balistik Houthi
Koalisi pimpinan Arab Saudi sebelumnya mengonfirmasi, sebuah rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke arah ibu kota telah berhasil dicegat dan dihancurkan pada Sabtu malam.
Koalisi menambahkan bahwa para pejuang pro-Iran tersebut telah mencoba menyasar "warga sipil dan infrastruktur sipil" di beberapa kota di wilayah barat kerajaan, termasuk pelabuhan Yanbu di Laut Merah, yang merupakan pusat ekspor penting bagi minyak Saudi***
| Editor | : | jr |
| Kategori | : | Internasional |



01
02
03
04
05
