Kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru di tengah kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut turut berdampak pada kegiatan belajar mengajar, dengan Pemko Pekanbaru memperpanjang pembelajaran jarak jauh untuk PAUD/TK, SD hingga SMP pada Rabu (9/9/2026).
PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru masih menjadi perhatian pada Selasa (8/9/2026) malam. Pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru mencapai 90,0 µg/m³ pada pukul 16.00 WIB, yang masuk kategori Tidak Sehat.
Angka tersebut menunjukkan kondisi udara Pekanbaru masih perlu diwaspadai, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
BMKG mengategorikan konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5–150,4 µg/m³ sebagai Tidak Sehat. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil, yakni hingga 2,5 mikrometer, yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Malam Hari, Udara Pekanbaru Masih Kabur
Kondisi atmosfer Pekanbaru pada malam ini juga masih menunjukkan adanya udara kabur. Data Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada pukul 19.00 WIB mencatat kondisi udara kabur, suhu sekitar 31 derajat Celsius, kelembapan 61 persen, dengan angin sekitar 7,2 km/jam dari arah tenggara.
Pada pukul 22.00 WIB, kondisi diprakirakan masih udara kabur dengan suhu sekitar 29 derajat Celsius. Jarak pandang diprakirakan kurang dari 5 kilometer.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kabut asap belum sepenuhnya teratasi. BMKG sendiri sebelumnya mengingatkan bahwa September masih menjadi periode yang perlu diwaspadai terkait potensi kebakaran hutan dan lahan, dengan kondisi cuaca kering serta pengaruh El Niño yang dapat mendukung meningkatnya risiko karhutla.
Sekolah Pekanbaru Kembali Daring
Dampak kondisi udara tersebut sudah dirasakan sektor pendidikan.
Pemerintah Kota Pekanbaru pada Selasa (8/9/2026) memutuskan memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama satu hari pada Rabu, 9 September 2026. Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik jenjang PAUD/TK, SD hingga SMP sederajat di Kota Pekanbaru.
Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/30/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru.
Sebelumnya, PJJ telah diberlakukan pada Senin dan Selasa, 7–8 September 2026, setelah kualitas udara Pekanbaru kembali berada pada kategori tidak sehat. Dengan kondisi yang belum sepenuhnya membaik, pemerintah kembali mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap terhadap peserta didik.
Anak Sekolah Menjadi Kelompok yang Perlu Dilindungi
Kondisi ini menjadi perhatian karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara. BMKG Riau sebelumnya juga telah terlibat dalam koordinasi bersama Pemko Pekanbaru untuk mengantisipasi dampak asap karhutla, termasuk perlindungan terhadap pelajar PAUD, TK, SD dan SMP.
Pemko Pekanbaru juga telah menyiapkan masker bagi kelompok rentan, termasuk anak sekolah dan lansia, sebagai langkah mengurangi risiko paparan kabut asap.
Bagi masyarakat, kondisi udara tidak sehat menjadi alasan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat. Jika harus berada di luar rumah, penggunaan masker yang sesuai dan upaya mengurangi paparan asap menjadi langkah pencegahan yang penting.
Hujan Diharapkan Membantu Membersihkan Udara
BMKG mencatat prakiraan cuaca Pekanbaru pada dini hari Rabu berpotensi mengalami hujan ringan sekitar pukul 01.00 WIB, sebelum kondisi kembali berkabut pada sekitar pukul 04.00 WIB.
Hujan berpotensi membantu mengurangi partikulat di udara, meskipun kondisi kualitas udara tetap sangat bergantung pada perkembangan asap, arah angin, curah hujan dan aktivitas kebakaran di wilayah sekitar.
Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya menyebut sebagian kabut asap yang menyelimuti kota merupakan asap kiriman dari wilayah lain, sehingga kondisi udara dapat berubah dengan cepat mengikuti dinamika atmosfer.
Imbauan untuk Warga Pekanbaru
Dengan kondisi PM2.5 Pekanbaru masih berada pada kategori Tidak Sehat, masyarakat disarankan:
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan.
- Menghindari olahraga berat di ruang terbuka.
- Menggunakan masker ketika harus keluar rumah.
- Menutup pintu dan jendela apabila asap semakin pekat.
- Memantau perkembangan kualitas udara dan cuaca secara berkala.
- Orang tua diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
- Segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berat atau gangguan pernapasan.
Catatan penting: data PM2.5 BMKG yang tersedia saat penulisan berita ini menunjukkan angka 90,0 µg/m³ pada pukul 16.00 WIB. Jadi, angka tersebut jangan ditulis sebagai pengukuran pukul 20.00 WIB. Sementara itu, data cuaca BMKG menunjukkan pada pukul 19.00 WIB Pekanbaru masih mengalami udara kabur.
Sumber utama: BMKG – Informasi Konsentrasi PM2.5 dan Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru – BMKG Riau.
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Pekanbaru |



01
02
03
04
05
