Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Tembus 1.130 Orang, Korban Hilang 4.462 Jiwa
Rabu 02 September 2026, 15:04 WIB
Hingga 02 September 2026, korban tewas banjir nepal mencapai 1.130 orang, sementara 4.462 orang dinyatakan masih hilang.

NUWAKOT-Korban tewas akibat banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, mencapai sedikitnya 1.130 orang. Bencana yang terjadi pada 26 Agustus 2026 itu juga menyebabkan 4.462 orang masih dinyatakan hilang, berdasarkan data yang disampaikan otoritas Nepal dan media pemerintah China pada Rabu (2/9/2026). Di Nepal, sedikitnya 1.114 jenazah telah ditemukan, sementara 3.916 orang masih hilang. 

Sementara itu, media pemerintah China melaporkan 16 orang tewas dan 546 orang hilang di Tibet. Dengan demikian, jumlah korban tewas yang dilaporkan di kedua wilayah mencapai 1.130 orang, sedangkan jumlah orang yang masih hilang mencapai 4.462 orang. 

Bencana tersebut terjadi setelah longsoran gletser di kawasan pegunungan tinggi memicu gelombang besar air dingin yang membawa batu dan material longsor menerjang wilayah di sepanjang perbatasan China-Nepal. 

Keluarga gelar pemakaman simbolis Sepekan setelah bencana, keluarga korban di Nepal mulai menggelar pemakaman simbolis bagi kerabat mereka yang masih hilang. Upacara tersebut dilakukan karena sebagian keluarga mulai kehilangan harapan untuk menemukan anggota keluarga mereka dalam keadaan hidup. 

Dalam tradisi Hindu, sejumlah keluarga membakar boneka atau patung yang dibuat dari jerami sebagai pengganti jenazah. Upacara itu dilakukan untuk membantu "membebaskan jiwa" orang yang hilang agar dapat beristirahat dengan tenang. 

Dolma Newar Tamang, salah satu warga yang kehilangan suaminya, mengatakan keluarganya terpaksa menggelar ritual tersebut setelah tidak mendapatkan kabar mengenai keberadaan sang suami. Suaminya sedang dalam perjalanan menuju China ketika bencana terjadi. 

"Saya melihat berita itu dan meneleponnya. Saya menelepon berkali-kali, tetapi dia tidak pernah mengangkatnya," kata Dolma kepada AFP. Ia kemudian menggelar upacara pemakaman simbolis bagi suaminya.

Pencarian korban masih berlangsung Meski sebagian keluarga mulai melakukan ritual pemakaman, tim penyelamat Nepal masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang**

 




Editor : jr
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top