Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Siapa yang Berpotensi Tak Bisa Beli Pertalite? Ini Penjelasan Soal Desil 9 dan 10
Rabu 02 September 2026, 07:59 WIB
ilustrasi.

JAKARTA - Pemerintah masih mengkaji kemungkinan membatasi pembelian BBM bersubsidi Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki penyaluran subsidi energi agar lebih tepat sasaran. Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan rencana itu belum diterapkan karena pemerintah masih memvalidasi data sosial ekonomi masyarakat.

"Itu (pembatasan Pertalite) masih dikaji. Karena apa? Kami ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah, salah satu cara untuk membuat tepat sasaran, data kami harus valid," ujar Bahlil setelah rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Bahlil, pemerintah masih memeriksa akurasi pengelompokan masyarakat berdasarkan desil. Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan kelompok masyarakat yang berhak memperoleh subsidi Pertalite.

"Jangan sampai harapan kami baik, tetapi ternyata dalam implementasinya, karena datanya tidak valid, membuat sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kami," katanya.

Desil 9 dan 10 Berpotensi Tak Bisa Beli Pertalite

Rencana pembatasan tersebut sebelumnya juga disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut salah satu opsi pengendalian subsidi BBM adalah mengecualikan masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 dari penerima subsidi Pertalite.

Jika diterapkan, masyarakat yang masuk kedua kelompok tersebut akan diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.

Purbaya mengatakan pembatasan subsidi BBM bagi kelompok desil 10 berpotensi menghemat sekitar 10 persen anggaran subsidi energi. Pengendalian tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sistem.

Menurut Purbaya, sistem yang dimiliki Pertamina dinilai dapat mendukung penerapan kebijakan tersebut. Namun, mekanisme dan waktu pelaksanaannya masih dalam pembahasan pemerintah.

Kapan Desil 9 dan 10 Tidak Bisa Beli Pertalite?

Sampai saat ini, masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 masih dapat membeli Pertalite. Pemerintah belum memberlakukan larangan pembelian bagi kelompok tersebut.

Bahlil mengatakan pemerintah terlebih dahulu memastikan validitas data sosial ekonomi sebelum mengambil keputusan.

Sementara Purbaya menyebut pengendalian subsidi BBM masih dalam pembahasan dan baru dapat diterapkan setelah sistem yang dibutuhkan siap.

Dengan demikian, rencana pembatasan Pertalite untuk desil 9 dan 10 belum menjadi kebijakan yang berlaku. Masyarakat perlu menunggu keputusan dan aturan resmi pemerintah terkait mekanisme serta waktu penerapannya.

Apa Itu Desil 9 dan 10?

Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Sistem tersebut membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Secara umum, desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Desil 9 dan 10 dengan demikian berada pada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.

Jika rencana pembatasan Pertalite diterapkan, kelompok tersebut berpotensi tidak lagi mendapatkan subsidi Pertalite dan harus menggunakan BBM nonsubsidi.

Namun, status desil seseorang saat ini belum otomatis menentukan larangan membeli Pertalite karena kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian.

Cara Cek Desil

Masyarakat dapat mengecek informasi mengenai status desil melalui kanal resmi pemerintah.

Untuk mengecek melalui laman Cek Bansos Kementerian Sosial, langkahnya sebagai berikut:

1. Buka browser melalui ponsel atau komputer.
2. Akses laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
3. Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
4. Masukkan kode captcha.
5. Pilih menu Cari Data.
6. Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.

Masyarakat juga dapat mengecek status desil melalui layanan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) apabila layanan tersebut tersedia dan dapat diakses.

Langkahnya antara lain:

1. Akses laman resmi DTSEN.
2. Masukkan NIK dan kode captcha.
3. Pilih Cek Data.
4. Jika NIK ditemukan dalam basis DTSEN, pilih menu Cek Desil.
5. Masukkan tanggal lahir dan kode captcha sesuai permintaan sistem.
6. Hasil status desil akan ditampilkan.

Perlu diperhatikan, informasi mengenai desil maupun kebijakan subsidi dapat berubah mengikuti pemutakhiran data dan keputusan pemerintah. Karena itu, masyarakat sebaiknya mengacu pada informasi resmi pemerintah sebelum mengambil keputusan terkait penggunaan BBM.(bisnis)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top