Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Fire AI Lab, Inovasi Tim Ilmu Komputer UNRI untuk Deteksi Awal dan Monitoring Karhutla
Kamis 27 Agustus 2026, 13:10 WIB

PEKANBARU - Tim peneliti dari Jurusan Ilmu Komputer Universitas Riau (UNRI), melalui Kelompok Jabatan Fungsional Dosen (KJFD) Data Science, mengembangkan sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Fire AI Lab.

Aplikasi ini dirancang untuk membantu pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memanfaatkan integrasi data hotspot, citra satelit, analisis lokasi, serta teknologi AI.

Pengembangan Fire AI Lab dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sistem monitoring yang tidak hanya menunjukkan lokasi titik panas, tetapi juga mampu memberikan informasi mengenai kondisi di sekitar titik tersebut.

Selama ini, data hotspot dari satelit dapat menjadi salah satu sumber informasi awal dalam mendeteksi adanya anomali panas. Namun, keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan bahwa telah terjadi kebakaran. Diperlukan analisis lebih lanjut dengan melihat konteks wilayah, kondisi tutupan lahan, serta informasi pendukung lainnya.

Melalui Fire AI Lab, tim peneliti mencoba mengembangkan pendekatan yang menggabungkan berbagai sumber data tersebut sehingga informasi yang dihasilkan dapat lebih mudah dipahami dan digunakan sebagai bahan pendukung dalam proses monitoring.

Salah satu sumber data yang dimanfaatkan adalah FIRMS NASA (Fire Information for Resource Management System) yang menyediakan informasi titik panas dari pengamatan satelit. Data tersebut kemudian dapat dikombinasikan dengan citra satelit Sentinel-2 untuk melihat kondisi permukaan wilayah di sekitar titik hotspot.

Dengan pendekatan tersebut, sebuah titik hotspot tidak hanya dilihat sebagai koordinat pada peta. Sistem juga diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai lingkungan di sekitarnya, seperti kondisi tutupan lahan dan kenampakan wilayah yang dapat menjadi informasi tambahan dalam proses analisis.

“Hotspot bukan berarti pasti kebakaran. Hotspot merupakan indikasi anomali panas yang perlu dianalisis lebih lanjut. Karena itu, yang ingin kami kembangkan adalah bagaimana satu titik tersebut dapat diberikan konteks melalui data lainnya,” ujar tim peneliti KJFD Data Science Jurusan Ilmu Komputer Universitas Riau.

Pengembangan Fire AI Lab juga memanfaatkan teknologi Large Language Model (LLM) dan Retrieval-Augmented Generation (RAG). Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mengolah dan menyajikan informasi sehingga data teknis dapat diterjemahkan menjadi penjelasan yang lebih mudah dipahami.

Pendekatan ini memungkinkan sistem tidak hanya menampilkan data, tetapi juga membantu pengguna memahami informasi yang tersedia berdasarkan sumber data dan pengetahuan yang digunakan dalam sistem.

“AI dalam aplikasi ini bukan untuk menggantikan petugas atau menentukan secara otomatis bahwa suatu lokasi pasti terbakar. AI lebih diarahkan untuk membantu mengubah data menjadi informasi dan membantu menentukan lokasi mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih awal,” jelas tim pengembang.

Menurut tim peneliti, prinsip tersebut penting karena keputusan terkait kondisi karhutla tetap membutuhkan verifikasi dan penilaian manusia di lapangan.

Fire AI Lab dikembangkan dengan konsep data-driven monitoring, yaitu pemanfaatan data sebagai dasar untuk membantu proses pengamatan dan penentuan prioritas.

Dengan menggabungkan data hotspot, citra satelit, informasi lokasi, dan AI, sistem diharapkan dapat membantu pengguna dalam beberapa tahapan, mulai dari menemukan titik yang perlu diperhatikan, memahami kondisi wilayah di sekitarnya, hingga menentukan prioritas untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut.

Konsep tersebut menjadi penting, khususnya dalam pemantauan karhutla yang memiliki wilayah cakupan luas. Data satelit dapat membantu memberikan gambaran wilayah secara lebih cepat, sementara proses verifikasi lapangan tetap menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Tujuannya sederhana, bukan menggantikan manusia, tetapi membantu menjawab pertanyaan: di mana kita harus melihat lebih dulu?” ungkap tim peneliti.

Pengembangan Fire AI Lab menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan Data Science, Artificial Intelligence, Remote Sensing, dan Geographic Information yang dikembangkan oleh dosen dan peneliti di lingkungan Jurusan Ilmu Komputer Universitas Riau.

Melalui KJFD Data Science, pengembangan teknologi diarahkan tidak hanya pada aspek penelitian dan publikasi ilmiah, tetapi juga pada pemanfaatan hasil riset untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat, khususnya persoalan lingkungan yang membutuhkan dukungan teknologi dan data.

Tim peneliti melihat bahwa Provinsi Riau dan wilayah Sumatera memiliki tantangan besar dalam pemantauan kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, pemanfaatan data satelit yang tersedia secara terbuka serta teknologi AI menjadi salah satu peluang untuk membangun sistem monitoring yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Fire AI Lab saat ini terus dikembangkan dengan berbagai kemungkinan integrasi sumber data dan fitur analisis. Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu prototipe teknologi yang mendukung pemantauan karhutla berbasis data dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk kebutuhan penelitian, edukasi, maupun implementasi di lapangan.

Tim peneliti menegaskan bahwa teknologi satelit dan AI bukan pengganti observasi manusia. Keduanya berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat proses memperoleh informasi dan membantu menentukan prioritas pemeriksaan.

“Satu titik hotspot mungkin hanya sebuah titik di peta. Namun, ketika dikombinasikan dengan data dan analisis yang tepat, titik tersebut dapat menjadi awal dari informasi yang jauh lebih bermakna.”

Fire AI Lab dapat diakses melalui https://fire.ailab.id/.(Rilis)




Editor : Tim
Kategori : Pendidikan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top