Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Ekspor Sarang Burung Walet ke China Tembus Rp3 Triliun pada Semester I 2026
Rabu 26 Agustus 2026, 06:32 WIB
ilustrasi: Sarang walet Pani.

JAKARTA - Komoditas sarang burung walet masih menjadi salah satu penyumbang nilai ekspor besar Indonesia, terutama dari pasar China. Sepanjang semester I 2026, nilai ekspor sarang burung walet Indonesia ke Negeri Tirai Bambu tercatat mencapai US$172,15 juta atau sekitar Rp3 triliun dengan asumsi kurs Rp17.705 per dolar AS.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), volume pengiriman sarang burung walet Indonesia ke China selama enam bulan pertama 2026 mencapai 186,8 ton.

Meski secara nilai mengalami penurunan sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, China tetap menjadi pasar utama sarang burung walet Indonesia. Negara tersebut menyerap sekitar 80 persen dari total ekspor nasional untuk komoditas tersebut.

Selama bertahun-tahun, sarang burung walet menjadi salah satu produk unggulan Indonesia dalam perdagangan dengan China. Upaya memperkuat hubungan dagang kedua negara pun terus dilakukan melalui berbagai kerja sama dan forum perdagangan.

Salah satunya melalui China-Indonesia Bird's Nest Trade Summit Forum atau Forum Tingkat Tinggi Perdagangan Sarang Burung China-Indonesia yang digelar Kementerian Perdagangan RI bersama China Agricultural Wholesale Markets Association (CAWA) pada April 2026.

Sementara itu, Badan Karantina Indonesia (Barantin) juga terus mendorong perluasan ekspor komoditas tersebut. Pada Jumat (21/8/2026), Barantin meresmikan ekspor sarang burung walet asal Provinsi Banten dengan nilai mencapai Rp38,7 miliar.

Selain China, sejumlah negara dan wilayah lain juga menjadi pasar penting bagi sarang burung walet Indonesia. Daerah Administratif Khusus Hong Kong tercatat mengimpor komoditas tersebut senilai US$15,7 juta sepanjang semester I 2026.

Singapura menyusul dengan nilai perdagangan mencapai sekitar US$10 juta. Di luar kawasan Asia, sarang burung walet Indonesia juga dipasarkan ke Amerika Serikat.

Besarnya permintaan dari berbagai negara menunjukkan sarang burung walet masih memiliki prospek kuat sebagai salah satu komoditas ekspor bernilai tinggi Indonesia.(detik)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top