Selasa, 25 Agustus 2026

Breaking News

  • Lima Pekan Tak Turun Hujan, Pemkab Siak Gelar Shalat Istisqa   ●   
  • Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polsek Senapelan Turun Bagikan Masker   ●   
  • Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polsek Binawidya Turun ke Jalan Bagikan Masker   ●   
  • Mega Proyek Reklamasi, Singapura bakal Gabung 3 Pulau jadi Satu   ●   
  • DPR RI Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat Desember 2026   ●   
Sehari Usai Kunjungan Presiden Prabowo, Kualitas Udara Pekanbaru Masih Berbahaya
Selasa 25 Agustus 2026, 13:25 WIB
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Berbahaya

 

PEKANBARU – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Provinsi Riau pada Senin (24/8/2026) untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan hingga tuntas belum serta-merta mengakhiri persoalan kabut asap di Kota Pekanbaru.

Pada Selasa (25/8/2026) pagi, kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan Kota Pekanbaru. Kondisi kualitas udara bahkan berada pada kategori berbahaya.

Berdasarkan pemantauan IQAir sekitar pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru tercatat 374, yang masuk kategori berbahaya.

Sementara itu, laporan lain yang mengutip pemantauan IQAir sekitar pukul 09.30 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 254,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan kualitas udara masih berada pada level berbahaya.

Data tersebut menunjukkan kondisi udara Pekanbaru berubah cukup cepat sepanjang pagi. Karena itu, waktu pengukuran perlu dicantumkan setiap kali angka kualitas udara digunakan sebagai rujukan.

Jarak Pandang Hanya Sekitar 2 Kilometer

Kondisi kabut asap juga dikonfirmasi oleh BMKG Stasiun Pekanbaru.

Pada Selasa pagi, jarak pandang di Kota Pekanbaru dilaporkan sekitar 2 kilometer dengan kondisi berasap. Kondisi serupa juga terpantau di sejumlah wilayah Riau, termasuk Rengat dan Pelalawan.

BMKG juga mencatat konsentrasi PM2.5 Pekanbaru sempat mencapai 508,8 µg/m³ sekitar pukul 01.00 WIB, menunjukkan bahwa kualitas udara sempat berada pada kondisi yang sangat buruk sejak dini hari.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga meningkatkan risiko paparan partikulat halus bagi masyarakat.

Riau Dikelilingi Ratusan Titik Panas

Ancaman karhutla di Riau juga masih terlihat dari jumlah titik panas yang terpantau.

Berdasarkan data yang dikutip dari BMKG, pada Senin (24/8/2026) terdapat 393 titik panas di Provinsi Riau. Titik panas terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan 153 titik, disusul Indragiri Hilir sebanyak 140 titik.

Di wilayah lainnya, titik panas terpantau di Bengkalis, Indragiri Hulu, Kampar, Siak, Rokan Hulu, Kepulauan Meranti, Pekanbaru dan Kuantan Singingi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun penanganan karhutla terus dilakukan, potensi munculnya titik api baru masih menjadi ancaman serius.

Sehari Sebelumnya Prabowo Datang ke Pekanbaru

Sehari sebelum kondisi udara kembali memburuk, Presiden Prabowo Subianto datang langsung ke Pekanbaru untuk melihat penanganan karhutla di Riau.

Presiden tiba di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 10.50 WIB. Setibanya di Riau, Presiden langsung memimpin rapat evaluasi penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau.

Dalam rapat tersebut, Presiden mendapatkan laporan mengenai perkembangan karhutla sekaligus langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD dan unsur terkait lainnya.

Pemerintah Provinsi Riau melaporkan bahwa hingga 23 Agustus 2026 terdapat 306 titik panas di Riau. Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah menjadi titik terbakar yang tersebar di empat kabupaten.

Presiden kemudian meminta agar penanganan tidak menunggu sampai hotspot berubah menjadi titik api.

Jangan nunggu sampai jadi titik api. Tolong masuk ke titik hotspot itu. Segera saja masuk ambil tindakan dini, kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Pekanbaru.

Presiden juga menginstruksikan agar lokasi yang terdeteksi memiliki hotspot segera ditangani, termasuk dengan membangun sumur bor sebagai sumber air untuk mencegah api berkembang.

Prabowo Minta Penanganan Tidak Berhenti pada Pemadaman

Dalam kunjungannya, Prabowo mengapresiasi kerja sama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD dan unsur masyarakat dalam penanganan karhutla di Riau.

Namun, pemerintah juga diminta memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang.

Selain tindakan dini di lokasi hotspot, Presiden meminta edukasi kepada masyarakat diperkuat. Penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan karhutla.

Polda Riau sendiri melaporkan kepada Presiden bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah menetapkan 35 tersangka dalam perkara karhutla. Dari 33 laporan kasus, luas lahan yang terkait perkara mencapai sekitar 8.657 hektare.

Kualitas Udara Menjadi Ujian Berikutnya

Kondisi Pekanbaru pada Selasa pagi menjadi gambaran bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya diukur dari berkurangnya luas lahan terbakar atau berhasil dipadamkannya titik api.

Bagi masyarakat, indikator yang paling terasa adalah apakah udara yang mereka hirup sudah kembali aman.

Sehari setelah Presiden datang dan menerima laporan bahwa penanganan karhutla terus dilakukan, masyarakat Pekanbaru justru kembali menghadapi kabut asap dengan kualitas udara kategori berbahaya.

Dengan AQI yang mencapai 374 sekitar pukul 07.00 WIB berdasarkan pantauan IQAir, serta konsentrasi PM2.5 yang masih tinggi pada pemantauan berikutnya, kondisi udara menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting.

Pemerintah diharapkan tidak hanya memastikan api padam, tetapi juga memastikan masyarakat terlindungi dari dampak asap dan kualitas udara kembali ke tingkat yang aman.

Bagi warga Pekanbaru, kunjungan Presiden Prabowo ke Riau kini ditunggu hasil nyatanya: bukan hanya karhutla yang berhasil dikendalikan, tetapi juga udara bersih yang kembali bisa dinikmati masyarakat.(*)

 




Editor : Tim
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top