Selasa, 25 Agustus 2026

Breaking News

  • Lima Pekan Tak Turun Hujan, Pemkab Siak Gelar Shalat Istisqa   ●   
  • Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polsek Senapelan Turun Bagikan Masker   ●   
  • Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polsek Binawidya Turun ke Jalan Bagikan Masker   ●   
  • Mega Proyek Reklamasi, Singapura bakal Gabung 3 Pulau jadi Satu   ●   
  • DPR RI Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat Desember 2026   ●   
Green LabZ 2026: Ketika Anak Muda Dorong Solusi Ekologis demi Masa Depan Mereka
Senin 24 Agustus 2026, 07:28 WIB
Foto bersama para peserta, finalis, dan penggiat lingkungan usai pelaksanaan babak final Green LabZ 2026 yang diselenggarakan PINUS Indonesia.

JAKARTA – Di tengah ancaman krisis iklim dan tekanan terhadap ekosistem yang semakin nyata, generasi muda memilih mengambil peran dalam mencari solusi. Berbekal sains, teknologi, data, budaya lokal, hingga aksi berbasis komunitas, mereka menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab persoalan lingkungan di daerah masing-masing.

Semangat tersebut mengemuka dalam babak final Green LabZ 2026, program pembelajaran intensif dan inkubasi yang diselenggarakan PINUS Indonesia untuk memperkuat kapasitas serta jejaring Youth Eco Leader.

Sebanyak 11 inisiatif pemuda dari berbagai daerah mempresentasikan gagasan dan praktik mereka dalam menjawab beragam persoalan ekologis.

Berbagai inisiatif itu menunjukkan bahwa kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui banyak pendekatan. Solusi yang dikembangkan mulai dari pemanenan air hujan, edukasi dan simulasi pengambilan keputusan, pemantauan hutan berbasis data geospasial dan satelit, restorasi gambut, perlindungan hutan adat, pemulihan sungai, hingga konservasi pesisir dan mangrove.

“Masa depan lingkungan adalah milik generasi kami. Karena itu, kami tidak ingin hanya menjadi penerima dampak dari krisis ekologis, tetapi ikut berpartisipasi membentuk solusinya melalui inovasi, kerja nyata, dan kolaborasi,” ujar perwakilan Green LabZ/PINUS Indonesia, Cindy Yubawa.

Menurut Cindy, berbagai solusi yang tumbuh di tingkat komunitas dan kalangan anak muda membutuhkan dukungan melalui kebijakan serta investasi yang memadai.

“Anak muda membutuhkan ruang untuk mengembangkan inovasi, tetapi inovasi saja tidak cukup. Kita juga membutuhkan kebijakan yang mendukung ekonomi hijau, penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs), riset, serta investasi yang menghasilkan manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang,” katanya.

Tiga Inisiatif Raih Penghargaan Tertinggi

Dalam babak final Green LabZ 2026, tiga inisiatif berhasil meraih penghargaan tertinggi.

Juara pertama diraih Puan in Action (ARUSUARA) yang mengembangkan kepemimpinan perempuan muda di Surabaya untuk membangun ketahanan air perkotaan melalui pemanfaatan air hujan dan teknologi elektrolisis.

Juara kedua diraih KOPHI Yogya melalui program ECOCITY DIY. Inisiatif ini mengembangkan media edukasi berbasis permainan papan (board game) dan simulasi untuk membantu generasi muda memahami proses pengambilan keputusan secara sistematis dalam menghadapi persoalan krisis air dan ruang terbuka hijau.

Sementara itu, juara ketiga diraih Inisiatif Hijau melalui Sumber Agung Carbon Partnership. Program tersebut membangun pendekatan kemitraan inklusif untuk restorasi gambut dan pengelolaan karbon berbasis komunitas di Kalimantan Barat.

Delapan finalis lainnya juga menghadirkan beragam pendekatan dalam menjawab persoalan lingkungan.

PINUS Muda Surabaya melalui CLIMAVORA mengembangkan wadah think tank dan aksi mahasiswa untuk mendorong isu keadilan iklim dari lingkungan kampus hingga ruang kebijakan.

MISTAR melalui Youth Eco Data Hub mengembangkan pendekatan sains warga (citizen science) dan Eco Reporter untuk memantau dampak ekologis Proyek Strategis Nasional.

Dari Riau, FITRA Riau menghadirkan program Betung Lestari yang menghubungkan perlindungan hutan adat dengan revitalisasi budaya Melayu Petalangan.

GeoCarbon mengembangkan digitalisasi pemantauan stok karbon (carbon stock) di Tahura Djuanda berbasis data geospasial. Sementara UNLAM/Kawan Rimba melalui HUTANTARA memanfaatkan data satelit untuk edukasi dan pemantauan deforestasi di Kalimantan.

Pendekatan berbasis pengetahuan lokal juga dikembangkan Inovanika melalui Sunda Patanjala untuk pemulihan sungai berbasis kearifan lokal Sunda.

PINUS Muda Bandung melalui ASRI mengembangkan gagasan fitoremediasi limbah peternakan yang diarahkan menjadi produk kriya. Sementara Leo Club Bali mengembangkan aksi kolaboratif untuk konservasi kawasan pesisir dan mangrove.

Beragam pendekatan tersebut menunjukkan bahwa inovasi lingkungan yang dikembangkan generasi muda tidak hanya bertumpu pada teknologi.

Inovasi juga dapat hadir melalui perubahan perilaku, penguatan komunitas, pemanfaatan pengetahuan lokal, penggunaan data, serta upaya memperkuat hubungan masyarakat dengan lingkungan.

Dorong Inovasi Masuk ke Ruang Kebijakan

Bagi PINUS Indonesia, tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan dan kapasitas yang dibangun melalui Green LabZ tidak berhenti sebagai proyek maupun kompetisi semata.

“Inovasi anak muda membutuhkan ekosistem agar dapat tumbuh dan memberikan dampak. Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya kapasitas pemudanya, tetapi juga koneksi dengan ruang kebijakan, jejaring masyarakat sipil, dan sumber pembiayaan yang mendukung agenda ekologis,” ujar Project Manager PINUS Indonesia, Such Ferdian.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, PINUS Indonesia menghubungkan pembelajaran dalam Green LabZ dengan dua ekosistem strategis, yakni Kaukus Parlemen Hijau Daerah (KPHD) dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Ekologis (KMS-PE).

Melalui KPHD, berbagai gagasan dan isu lingkungan dapat dipertemukan dengan legislator daerah yang memiliki peran dalam pembentukan kebijakan.

Sementara melalui KMS-PE, para Youth Eco Leader diperkenalkan pada isu pendanaan ekologis serta berbagai instrumen kebijakan fiskal yang dapat mendorong kinerja lingkungan di tingkat daerah, termasuk Ecological Fiscal Transfer (EFT).

Pendekatan tersebut dinilai penting karena keberhasilan transisi menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan tidak hanya bergantung pada banyaknya inovasi yang lahir.

Pemerintah dan para pemangku kepentingan juga memiliki peran penting dalam menciptakan kebijakan, alokasi anggaran, serta insentif yang memungkinkan inovasi berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Perbincangan mengenai ekonomi hijau pun semakin relevan ketika struktur belanja dan investasi publik masih menghadapi tantangan untuk mengarahkan pembangunan yang sejalan dengan perlindungan ekosistem dan prinsip keberlanjutan.

Dalam konteks tersebut, gagasan serta inovasi generasi muda tidak hanya dapat diposisikan sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi salah satu sumber solusi yang dapat dipertimbangkan dalam proses pembangunan daerah.

Dengan demikian, Green LabZ tidak hanya menjadi ruang pembelajaran dan kompetisi inovasi. Program ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan gagasan generasi muda dengan ruang kebijakan dan pendanaan ekologis.

Berbagai solusi yang lahir dari komunitas dan kalangan muda diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk terus dikembangkan serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Tentang PINUS Indonesia dan Green LabZ

Perkumpulan Pilar Nusantara (PINUS) Indonesia merupakan lembaga yang berfokus pada penguatan tata kelola lingkungan, keberlanjutan sumber daya alam, dan pemberdayaan masyarakat.

PINUS Indonesia menginisiasi Green LabZ sebagai ruang pembelajaran dan inkubasi bagi Youth Eco Leader. Organisasi ini juga menjalankan peran sebagai Sekretariat Kaukus Parlemen Hijau Daerah (KPHD).

Selain itu, PINUS Indonesia menjadi bagian dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Ekologis (KMS-PE) serta berperan sebagai dinamisator bersama FITRA Riau dan PATTIRO dalam mendorong tata kelola serta pembiayaan pembangunan yang lebih berorientasi pada aspek ekologis di tingkat daerah.(*)




Editor : Tim
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top