Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Mobil China Melesat di Negara Lain, Tidak Laku di Negeri Sendiri
Sabtu 22 Agustus 2026, 08:13 WIB
Ladang penuh dengan ratusan mobil listrik yang ditinggalkan di antara rumput liar dan sampah. Kendaraan bertenaga baterai yang tidak diinginkan serupa telah bermunculan di setidaknya setengah lusin kota di seluruh China, meskipun beberapa di antaranya telah dibersihkan. Di Hangzhou, beberapa mobil ditinggalkan begitu lama hingga tanaman tumbuh dari bagasinya./Bloomberg

JAKARTA - Produsen mobil China terus memperluas pengaruhnya di pasar otomotif global. Berbagai merek asal Negeri Tirai Bambu kini semakin agresif menembus pasar Eropa hingga Asia Tenggara dan mulai memberikan tekanan terhadap produsen otomotif asal Jepang maupun Eropa.

Namun, di tengah pesatnya ekspansi global, pasar domestik China justru menghadapi tekanan.

Mengutip laporan Reuters, penjualan mobil di China terus mengalami pelemahan sejak akhir tahun lalu. Kondisi tersebut dipengaruhi permintaan domestik yang melemah serta persaingan harga yang semakin ketat.

Data Asosiasi Mobil Penumpang China atau China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan penjualan mobil di pasar domestik China pada Juli 2026 turun 21,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Juli 2026, penjualan kendaraan tercatat sebanyak 1,47 juta unit. Penurunan tersebut menjadi kontraksi penjualan selama 10 bulan berturut-turut.

Ekspor Mobil China Melonjak

Berbanding terbalik dengan pasar domestik, ekspor kendaraan dari China justru mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Ekspor mobil China dilaporkan melonjak 88 persen hingga mencapai 923.000 unit.

Data tersebut memang mencakup kendaraan merek asing yang diproduksi di China. Namun, tren pelemahan penjualan di pasar domestik dan pertumbuhan ekspor juga terlihat di kalangan produsen otomotif lokal.

Pada semester pertama 2026, penjualan kendaraan di pasar domestik China dilaporkan turun sekitar 2,3 juta unit atau merosot 20 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, ekspor kendaraan China pada paruh pertama 2026 meningkat 71 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan semakin besarnya ketergantungan produsen otomotif China terhadap pasar internasional untuk menjaga pertumbuhan penjualan.

Produsen China Kian Agresif Ekspansi

Analis HSBC, Yuqian Ding, memperkirakan permintaan kendaraan di pasar domestik China berpotensi stabil dan mulai membaik pada akhir Agustus hingga September.

Momentum tersebut diperkirakan datang dari peluncuran berbagai model baru. Namun, Ding menilai pemulihan cepat berbentuk huruf V masih sulit terjadi.

Lemahnya permintaan domestik membuat produsen mobil China memiliki dorongan semakin kuat untuk mempercepat ekspansi ke pasar luar negeri.

Ekspansi tersebut berpotensi semakin meningkatkan persaingan dengan produsen otomotif Jepang dan Eropa yang kini juga menghadapi tekanan dari perkembangan kendaraan listrik asal China.

Produsen China dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari kapasitas produksi besar, rantai pasok yang kompetitif, hingga kemampuan menghadirkan teknologi baru dengan harga lebih terjangkau.

CEO perusahaan konsultan Automobility yang berbasis di Shanghai, Bill Russo, mengatakan ekspansi ke pasar global kini menjadi kebutuhan strategis bagi produsen otomotif China.

“Produsen mobil China memiliki kelebihan kapasitas produksi, rantai pasok yang sangat kompetitif, produk yang semakin canggih, serta insentif ekonomi yang kuat untuk mencari pertumbuhan di luar China,” ujarnya.

Menurut Russo, kondisi tersebut membuat pasar internasional menjadi salah satu tujuan utama produsen mobil China untuk menjaga pertumbuhan.

“Ekspansi global menjadi kebutuhan strategis bagi produsen mobil terkemuka China,” katanya.(Bisnis)




Editor : Tim
Kategori : Otomotif
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top