Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Banjir dan Genangan Makin Parah di Pekanbaru, Ahli Tata Kota Soroti Malfungsi Drainase
Minggu 10 Mei 2026, 09:10 WIB
ilustrasi.

PEKANBARU – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir kembali memicu munculnya genangan air di sejumlah ruas jalan.

Genangan tidak hanya terjadi di kawasan pusat kota, tetapi juga menyebar ke berbagai titik permukiman hingga jalan protokol. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan arus lalu lintas tersendat.

Dosen Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Riau, Mardianto Manan, menilai persoalan itu menjadi indikasi adanya masalah serius pada sistem drainase perkotaan di Pekanbaru.

Menurutnya, genangan yang terus berulang bukan semata-mata dipicu tingginya curah hujan, melainkan juga akibat buruknya pengelolaan saluran air di sejumlah kawasan kota.

“Ini bukan hanya persoalan genangan biasa, tetapi sudah masuk kategori malfungsi drainase permukaan. Air secara alami selalu mencari titik terendah. Jika air justru lebih banyak mengalir di atas jalan dibanding masuk ke parit, berarti ada persoalan pada elevasi dan sistem drainasenya,” ujar Mardianto kepada Tribun, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama genangan terjadi akibat permukaan jalan yang semakin tinggi karena pelapisan aspal berulang, sementara posisi drainase tidak ikut disesuaikan.

Akibat kondisi tersebut, air hujan kesulitan masuk ke saluran drainase dan akhirnya mengalir di badan jalan hingga menimbulkan genangan panjang di berbagai titik.

“Jalan pada akhirnya berubah fungsi seperti sungai. Saat hujan deras, air lebih memilih mengalir di atas aspal karena akses menuju drainase sudah tidak optimal. Itu sebabnya banyak ruas jalan utama di Pekanbaru terlihat seperti aliran air ketika hujan turun,” jelasnya.

Selain faktor elevasi jalan, Mardianto juga menyoroti persoalan drainase yang mengalami penyumbatan kronis akibat sedimentasi, tumpukan sampah, serta utilitas yang semrawut di dalam saluran air.

Kondisi tersebut membuat aliran air tidak berjalan lancar dan memicu tekanan balik ketika hujan deras mengguyur.

“Jika drainase di bagian hilir tersumbat, maka air yang hendak masuk ke parit akan tertahan. Dalam situasi seperti itu, air akan mencari jalur paling mudah, yakni badan jalan. Karena itu masyarakat sering melihat jalan tergenang, sementara parit tampak tidak terlalu penuh,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi geografis Pekanbaru yang relatif datar juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian banjir perkotaan.

Perbedaan elevasi yang sangat kecil membuat aliran air sangat bergantung pada kualitas perencanaan drainase dan kemiringan saluran yang tepat.

“Hanya selisih beberapa sentimeter saja bisa menentukan apakah air mengalir atau justru menggenang. Ditambah lagi banyak kawasan kini tertutup beton dan semen sehingga daya resap tanah semakin berkurang,” ungkapnya.

Mardianto menilai penanganan banjir di Pekanbaru tidak cukup hanya dengan memperbesar drainase di titik tertentu, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.

Menurut dia, perencanaan drainase harus memperhatikan konektivitas antarwilayah, kondisi topografi, hingga kapasitas tampung saluran utama.

Ia berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat lebih serius memperhatikan sistem drainase sebagai bagian penting dari infrastruktur perkotaan.

“Drainase tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap pembangunan jalan, tetapi merupakan urat nadi pengendalian air di kawasan perkotaan. Jika tidak dibenahi secara serius, maka genangan dan banjir akan terus menjadi persoalan rutin setiap musim hujan,” tutupnya.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top