Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Kelangkaan Menggila! MinyaKita Lenyap, Rakyat Kecil Kian Terhimpit
Jumat 17 April 2026, 07:53 WIB
MinyaKita.

PEKANBARU - Kelangkaan minyak goreng subsidi merek MinyaKita di pasar tradisional Kota Pekanbaru kian memburuk. Hingga Kamis pagi (15/4/2026), produk tersebut dilaporkan tidak tersedia di sejumlah titik penjualan.

Seorang warga Jalan Serasi, Kelurahan Tobek Godang, Vani, mengaku kesulitan memperoleh MinyaKita. Ia menyebutkan bahwa sejak pagi hari, baik di pasar maupun warung sekitar tempat tinggalnya, minyak goreng subsidi tersebut tidak ditemukan.

“Tadi di Pasar Kaget Jalan Serasi tidak ada yang menjual MinyaKita. Di warung dekat rumah juga kosong. Terpaksa beli minyak goreng lain, walaupun harganya lebih mahal,” ujarnya.

Menurut Vani, jika MinyaKita tersedia, masyarakat tetap bersedia membeli meskipun harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. “Kalau ada, kami beli juga walau sampai Rp17 ribu,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap gudang dan distributor MinyaKita dalam waktu dekat.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berharap langkah tersebut dapat memastikan kembali ketersediaan MinyaKita di pasaran, sekaligus menjaga harga tetap sesuai dengan HET.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Syamsul Bahri mendesak agar pengecekan yang dilakukan tidak sekadar bersifat seremonial. Ia menekankan pentingnya memastikan kelancaran distribusi hingga ke tingkat masyarakat.

“Kami berharap sidak atau pengecekan dilakukan secara serius. Pastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar. Jika ada kendala, harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syamsul juga meminta agar aparat penegak hukum dilibatkan untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan atau permainan harga di lapangan. Ia menegaskan bahwa pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, keberadaan MinyaKita sangat vital, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang sangat bergantung pada minyak goreng subsidi tersebut.

“Kita berharap dalam waktu dekat MinyaKita kembali tersedia di pasaran. Masyarakat sudah kesulitan, jangan sampai pemerintah hanya sibuk dengan alasan tanpa solusi nyata,” pungkasnya.(tp)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top