Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Kebocoran Pipa Gas Tekan Produksi Blok Rokan, PHR Siapkan Pemulihan
Sabtu 24 Januari 2026, 07:25 WIB
Dua pekerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) sedang beraktivitas di Gathering Station di Minas, Riau. PHR menjalankan beragam strategi untuk menjaga dan meningkatkan produksi di Blok Rokan, Riau termasuk di sumur-sumur tua.

JAKARTA — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan pengalihan bahan bakar pembangkit listrik dari gas ke solar (fuel switching) menyusul kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan operasi di tengah gangguan pasokan energi.

Pipa gas yang berlokasi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dilaporkan bocor disertai semburan api pada 2 Januari 2026. Insiden tersebut berdampak signifikan terhadap operasional Blok Rokan, dengan potensi kehilangan produksi minyak mencapai sekitar 2 juta barel akibat terganggunya kinerja pompa angguk.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan langkah mitigasi PHR saat melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin rapat koordinasi teknis kelistrikan di Kantor Utama PHR, Rumbai, Jumat (23/1/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung dampak gangguan pasokan gas terhadap operasional pembangkit listrik PHR, sekaligus memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan efektif guna mengamankan target produksi minyak dan gas nasional.

Laode menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan langkah strategis yang dilakukan PHR dalam menghadapi kondisi darurat tersebut.

“PHR telah melakukan upaya luar biasa di lapangan. Pengalihan bahan bakar pembangkit ke solar serta pengelolaan beban listrik dengan memprioritaskan sumur-sumur utama terbukti mampu menjaga ribuan sumur tetap berproduksi di tengah keterbatasan pasokan gas,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, produksi minyak di Blok Rokan saat ini mulai berangsur pulih. Pemerintah, kata Laode, memberikan perhatian khusus agar produksi dapat segera kembali normal mengingat Blok Rokan merupakan salah satu tulang punggung produksi minyak nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menegaskan bahwa seluruh jajaran perusahaan tetap berada dalam kondisi siaga tinggi untuk menjaga keandalan operasi. PHR juga telah menyiapkan rencana pemulihan agresif yang akan dijalankan setelah pasokan gas kembali normal.

“Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian ESDM dan SKK Migas. Gangguan eksternal ini menjadi tantangan berat, namun ketangguhan operasi kami telah teruji. Dengan pulihnya pasokan energi, kami siap meningkatkan produksi guna mengejar target yang telah ditetapkan negara,” kata Arifin.

PHR, lanjutnya, memastikan seluruh langkah operasional selama masa pemulihan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah memberi perhatian serius terhadap pemulihan operasi di Wilayah Kerja Rokan pascakejadian kebocoran pipa gas TGI. Menurutnya, gangguan tersebut turut menekan produksi migas nasional di awal 2026.

“Di awal tahun ini kita mengalami musibah kebocoran pipa gas di Sumatra yang menyebabkan potensi kehilangan sekitar 2 juta barel,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Akibat kebocoran tersebut, produksi minyak Blok Rokan hanya mencapai sekitar 50.000 hingga 60.000 barel per hari, jauh di bawah kapasitas normal sekitar 150.000 barel per hari. Meski demikian, Bahlil menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab.

“Walaupun ini kecelakaan, tetap ada unsur kelalaian. Kami akan memberikan sanksi kepada pejabat terkait di Kementerian ESDM maupun BUMN,” tegasnya. (hrc)




Editor : Tim
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top