Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
IHSG Cetak Rekor, SBN Turun, Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
Kamis 06 November 2025, 08:40 WIB
ilustrasi.

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah berjalan satu tahun. Selama periode tersebut, kondisi ekonomi nasional menunjukkan kinerja yang relatif stabil dengan pertumbuhan rata-rata di kisaran 5 persen.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 mencapai 4,8 persen, dan meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II.

“Kalau kita review dalam satu tahun pemerintahan Pak Prabowo-Gibran, kinerjanya tidak jelek. Secara underlying performance, kita bahkan outperforming dibanding banyak negara lain,” ujar Febrio dalam acara Economic Outlook di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2025).

Pada kuartal III-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,04 persen. Febrio optimistis pertumbuhan di kuartal IV akan lebih kuat lagi, seiring dengan berbagai stimulus fiskal yang akan digelontorkan pemerintah menjelang akhir tahun.

Selain pertumbuhan ekonomi yang solid, kinerja pasar keuangan nasional juga menunjukkan tren positif.
Febrio menuturkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh All Time High (ATH) di level 8.317, sementara imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) turun ke 5,91 persen, posisi terendah sejak 2021.

“Kalau kita lihat SBN, itu adalah bentuk kepercayaan paling penting. Karena ini mencerminkan trust global dan domestik terhadap tata kelola ekonomi dan fiskal kita. Intinya, pasar percaya Indonesia mampu menjaga komitmen dan membayar kewajibannya,” jelasnya.

Meski begitu, Febrio mengakui bahwa tantangan global masih cukup besar. Pertumbuhan ekonomi dunia sepanjang 2025 diperkirakan melemah dan hanya tumbuh sekitar 2,9 persen pada 2026.

“Tahun 2025 ini sudah hampir selesai. Global masih melambat, dan tahun depan belum ada titik cerah yang signifikan. Tapi justru ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional,” tambahnya.

Febrio menegaskan, pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan dengan memperkuat kepercayaan pasar, meningkatkan investasi, serta memperluas basis ekonomi domestik melalui berbagai kebijakan strategis dalam tiga bulan terakhir.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top