Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Saat Hidup Penuh Ketidakpastian, Ingatlah Allah Selalu Dekat   ●   
  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
Kenapa Jumlah Teman Makin Berkurang saat Dewasa? Ini Alasan Ilmiahnya
Sabtu 25 Oktober 2025, 10:18 WIB
ilustrasi.

MAKIN bertambah usia, merasa lingkaran pertemanan semakin kecil? Kamu tidak sendiri, fenomena ini ternyata sudah terbukti secara ilmiah, dan tidak hanya dialami segelintir orang.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Talker Research terhadap 2.000 orang dewasa di Amerika Serikat menemukan bahwa tujuh dari sepuluh orang (69%) merasa memiliki teman dekat menjadi semakin sulit seiring bertambahnya usia.

Dalam penelitian tersebut terungkap bahwa rata-rata responden hanya memiliki sekitar tiga hingga empat teman dekat, dan kebanyakan mengaku kehilangan hampir satu teman baik setiap tahunnya. Dalam satu dekade terakhir, mereka memperkirakan telah kehilangan kontak dengan sekitar sembilan orang teman.

Fenomena ini terjadi di hampir semua kelompok usia, namun paling tinggi di kalangan Gen Z, yang mengaku kehilangan rata-rata 10 teman dalam 10 tahun terakhir. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan generasi baby boomer yang rata-rata hanya kehilangan 7,7 teman.

Menariknya, pria ternyata lebih banyak kehilangan teman dibandingkan wanita. Dalam 10 tahun terakhir, pria melaporkan kehilangan hampir 10 teman (9,6), sementara wanita rata-rata kehilangan sekitar 7 hingga 8 teman.

Salah satu alasan utama di balik memudarnya pertemanan ini adalah jarak geografis. Ketika seseorang pindah kota, berganti pekerjaan, atau menempuh jalan hidup berbeda, komunikasi pun berangsur renggang.

"Bertambahnya jarak sering kali menjadi awal dari hilangnya koneksi emosional," tulis laporan tersebut, seperti dilansir New York Post.

Selain jarak, perubahan fase kehidupan juga disebut sebagai penyebab utama lingkaran pertemanan berkurang. Mulai dari menikah, memiliki anak, hingga perubahan karier - semuanya dapat mengubah prioritas dan ruang sosial seseorang.

Selain faktor jarak dan perubahan hidup, banyak responden mengaku pertemanan mereka berakhir karena kurangnya inisiatif untuk menjaga komunikasi. Sebagian berhenti berkomunikasi, sementara yang lain merasa terlalu sibuk untuk menjalin hubungan.

Sebanyak 25% responden menyebut kurangnya waktu sebagai alasan utama, dan 22% lainnya merasa pertemanan memudar karena perbedaan nilai hidup. Kelompok milenial menjadi generasi yang paling sering mengalami pertemanan retak akibat perubahan nilai dan pandangan hidup.

Sementara itu, generasi baby boomer lebih banyak kehilangan teman karena faktor geografis - menunjukkan bahwa prioritas dan kondisi sosial memang berbeda di setiap fase kehidupan.
Mengapa Berteman Jadi Semakin Sulit Saat Dewasa?

Menurut Kylie Sligar, psikolog klinis dan salah satu pendiri All in Bloom Therapy, kesulitan membangun pertemanan baru di usia dewasa adalah hal yang wajar.

"Menjalin pertemanan di masa dewasa bisa sangat menantang karena tidak banyak kesempatan alami untuk bertemu orang baru seperti saat kita masih sekolah atau kuliah," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa kehidupan modern yang semakin digital membuat banyak orang sulit membangun koneksi yang nyata.

"Kita perlu berani mengambil inisiatif, konsisten, dan mau sedikit membuka diri untuk membentuk hubungan baru yang bermakna," ujar Kylie.

Persahabatan Berkualitas Lebih Penting daripada Jumlah

Seiring bertambahnya usia, kehidupan semakin padat dengan tanggung jawab dan perubahan. Tak heran jika lingkaran sosial pun mengecil.

Tapi bukan berarti itu hal buruk. Pertemanan yang tersisa justru sering kali menjadi hubungan yang lebih tulus, stabil, dan bermakna.

"Kualitas koneksi jauh lebih berharga daripada banyaknya jumlah teman," pungkas Kylie.

Berikut ini alasan terbesar orang kehilangan kontak dengan teman, menurut survei:

1. Jarak geografis (50%)
2. Transisi kehidupan (48%)
3. Mereka berhenti menghubungi (40%)
4. Saya berhenti menghubungi (35%)
5. Kurangnya waktu (25%)
6. Perubahan nilai (22%)
7. Alasan lain (8%)

(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top