Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Akademisi Indonesia di Inggris Desak Reformasi Politik dan Keamanan, Imbau Aspirasi Damai
Rabu 03 September 2025, 06:08 WIB
ilustrasi.

LONDON – Sejumlah akademisi Indonesia yang berdomisili di Britania Raya menyampaikan sikap terkait situasi sosial dan politik terkini di Tanah Air. Mereka mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap menyuarakan aspirasi secara damai dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Sebagai akademisi Indonesia di Britania Raya, kami menyerukan kepada masyarakat untuk waspada terhadap provokasi, serta terus menyampaikan aspirasi secara damai. Mari memegang teguh prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab, sekaligus menghindari segala bentuk kekerasan,” tulis pernyataan para akademisi, Selasa (2/9/2025).

Mereka menegaskan bahwa tujuan utama penyampaian aspirasi adalah menuntut perubahan yang adil dan mendasar. “Waspadai upaya yang mencoba memecah belah rakyat dengan letupan kekerasan. Mari saling menjaga agar hak konstitusional kita untuk menyuarakan pendapat tetap murni dan berintegritas,” lanjut mereka.

Enam Poin Pernyataan Akademisi Indonesia di UK

Kecam kekerasan aparat. Mereka menilai aparat kepolisian harus bertanggung jawab atas tindakan represif terhadap pengunjuk rasa di sejumlah daerah, serta mendorong reformasi sektor keamanan.

Mendesak reshuffle kabinet. Presiden diminta mengganti menteri yang gagal, tidak kompeten, atau terlibat konflik kepentingan, khususnya di bidang ekonomi, agraria, sosial, dan keamanan.

Reformasi total DPR. Mereka menuntut transparansi, audit terbuka, serta penghentian kebijakan yang membebani rakyat. DPR juga diminta meninjau ulang remunerasi anggota yang dinilai tidak proporsional.

Atasi akar masalah rakyat. Pemerintah diminta fokus pada ketimpangan ekonomi, taraf hidup rendah, dan memperhatikan tuntutan buruh, pekerja daring, pekerja rumah tangga, hingga masyarakat adat.

Hentikan politik balas budi. Praktik pembagian jabatan sebagai imbalan politik di BUMN maupun lembaga negara disebut merusak profesionalisme dan harus diakhiri.

Peran moral tokoh bangsa. Para akademisi menyerukan tokoh masyarakat, akademisi, dan pemuka agama agar berpihak pada rakyat, bukan sekadar melegitimasi kebijakan pemerintah.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh 16 akademisi Indonesia dari berbagai universitas di Inggris, antara lain Dr. Ahmad Rizky M. Umar (Aberystwyth University), Dr. Siti Sarah Muwahidah (University of Edinburgh), Dr. Galih Ramadana Suwito (University College London), dan Dr. Dhanan Sarwo Utomo (Heriot-Watt University).

Mereka berharap pernyataan ini dapat menjadi dorongan moral agar pemerintah Indonesia lebih serius menanggapi keresahan masyarakat, sekaligus menjaga agar proses demokrasi berjalan dengan adil, damai, dan berintegritas.(detik)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top