Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Saat Hidup Penuh Ketidakpastian, Ingatlah Allah Selalu Dekat   ●   
  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
Akademisi Indonesia di Inggris Desak Reformasi Politik dan Keamanan, Imbau Aspirasi Damai
Rabu 03 September 2025, 06:08 WIB
ilustrasi.

LONDON – Sejumlah akademisi Indonesia yang berdomisili di Britania Raya menyampaikan sikap terkait situasi sosial dan politik terkini di Tanah Air. Mereka mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap menyuarakan aspirasi secara damai dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Sebagai akademisi Indonesia di Britania Raya, kami menyerukan kepada masyarakat untuk waspada terhadap provokasi, serta terus menyampaikan aspirasi secara damai. Mari memegang teguh prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab, sekaligus menghindari segala bentuk kekerasan,” tulis pernyataan para akademisi, Selasa (2/9/2025).

Mereka menegaskan bahwa tujuan utama penyampaian aspirasi adalah menuntut perubahan yang adil dan mendasar. “Waspadai upaya yang mencoba memecah belah rakyat dengan letupan kekerasan. Mari saling menjaga agar hak konstitusional kita untuk menyuarakan pendapat tetap murni dan berintegritas,” lanjut mereka.

Enam Poin Pernyataan Akademisi Indonesia di UK

Kecam kekerasan aparat. Mereka menilai aparat kepolisian harus bertanggung jawab atas tindakan represif terhadap pengunjuk rasa di sejumlah daerah, serta mendorong reformasi sektor keamanan.

Mendesak reshuffle kabinet. Presiden diminta mengganti menteri yang gagal, tidak kompeten, atau terlibat konflik kepentingan, khususnya di bidang ekonomi, agraria, sosial, dan keamanan.

Reformasi total DPR. Mereka menuntut transparansi, audit terbuka, serta penghentian kebijakan yang membebani rakyat. DPR juga diminta meninjau ulang remunerasi anggota yang dinilai tidak proporsional.

Atasi akar masalah rakyat. Pemerintah diminta fokus pada ketimpangan ekonomi, taraf hidup rendah, dan memperhatikan tuntutan buruh, pekerja daring, pekerja rumah tangga, hingga masyarakat adat.

Hentikan politik balas budi. Praktik pembagian jabatan sebagai imbalan politik di BUMN maupun lembaga negara disebut merusak profesionalisme dan harus diakhiri.

Peran moral tokoh bangsa. Para akademisi menyerukan tokoh masyarakat, akademisi, dan pemuka agama agar berpihak pada rakyat, bukan sekadar melegitimasi kebijakan pemerintah.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh 16 akademisi Indonesia dari berbagai universitas di Inggris, antara lain Dr. Ahmad Rizky M. Umar (Aberystwyth University), Dr. Siti Sarah Muwahidah (University of Edinburgh), Dr. Galih Ramadana Suwito (University College London), dan Dr. Dhanan Sarwo Utomo (Heriot-Watt University).

Mereka berharap pernyataan ini dapat menjadi dorongan moral agar pemerintah Indonesia lebih serius menanggapi keresahan masyarakat, sekaligus menjaga agar proses demokrasi berjalan dengan adil, damai, dan berintegritas.(detik)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top