Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Akademisi Indonesia di Inggris Desak Reformasi Politik dan Keamanan, Imbau Aspirasi Damai
Rabu 03 September 2025, 06:08 WIB
ilustrasi.

LONDON – Sejumlah akademisi Indonesia yang berdomisili di Britania Raya menyampaikan sikap terkait situasi sosial dan politik terkini di Tanah Air. Mereka mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap menyuarakan aspirasi secara damai dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Sebagai akademisi Indonesia di Britania Raya, kami menyerukan kepada masyarakat untuk waspada terhadap provokasi, serta terus menyampaikan aspirasi secara damai. Mari memegang teguh prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab, sekaligus menghindari segala bentuk kekerasan,” tulis pernyataan para akademisi, Selasa (2/9/2025).

Mereka menegaskan bahwa tujuan utama penyampaian aspirasi adalah menuntut perubahan yang adil dan mendasar. “Waspadai upaya yang mencoba memecah belah rakyat dengan letupan kekerasan. Mari saling menjaga agar hak konstitusional kita untuk menyuarakan pendapat tetap murni dan berintegritas,” lanjut mereka.

Enam Poin Pernyataan Akademisi Indonesia di UK

Kecam kekerasan aparat. Mereka menilai aparat kepolisian harus bertanggung jawab atas tindakan represif terhadap pengunjuk rasa di sejumlah daerah, serta mendorong reformasi sektor keamanan.

Mendesak reshuffle kabinet. Presiden diminta mengganti menteri yang gagal, tidak kompeten, atau terlibat konflik kepentingan, khususnya di bidang ekonomi, agraria, sosial, dan keamanan.

Reformasi total DPR. Mereka menuntut transparansi, audit terbuka, serta penghentian kebijakan yang membebani rakyat. DPR juga diminta meninjau ulang remunerasi anggota yang dinilai tidak proporsional.

Atasi akar masalah rakyat. Pemerintah diminta fokus pada ketimpangan ekonomi, taraf hidup rendah, dan memperhatikan tuntutan buruh, pekerja daring, pekerja rumah tangga, hingga masyarakat adat.

Hentikan politik balas budi. Praktik pembagian jabatan sebagai imbalan politik di BUMN maupun lembaga negara disebut merusak profesionalisme dan harus diakhiri.

Peran moral tokoh bangsa. Para akademisi menyerukan tokoh masyarakat, akademisi, dan pemuka agama agar berpihak pada rakyat, bukan sekadar melegitimasi kebijakan pemerintah.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh 16 akademisi Indonesia dari berbagai universitas di Inggris, antara lain Dr. Ahmad Rizky M. Umar (Aberystwyth University), Dr. Siti Sarah Muwahidah (University of Edinburgh), Dr. Galih Ramadana Suwito (University College London), dan Dr. Dhanan Sarwo Utomo (Heriot-Watt University).

Mereka berharap pernyataan ini dapat menjadi dorongan moral agar pemerintah Indonesia lebih serius menanggapi keresahan masyarakat, sekaligus menjaga agar proses demokrasi berjalan dengan adil, damai, dan berintegritas.(detik)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top