Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Pola Kerja Fleksibel bagi ASN Mulai Diterapkan, Sesuai Kebijakan Efisiensi Anggaran
Sabtu 15 Februari 2025, 06:57 WIB
ilustrasi.

JAKARTA – Sejumlah instansi pusat dan daerah mulai menerapkan pola kerja fleksibel atau Flexible Working Arrangement (FWA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendukung efisiensi anggaran.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyatakan bahwa Kementerian PANRB juga telah menerapkan pola kerja fleksibel bagi pegawainya. Ia menegaskan, penerapan FWA tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik.

“Pelaksanaan penyesuaian FWA ini tidak mengurangi kualitas layanan yang diberikan Kementerian PANRB kepada masyarakat. Penyesuaian pola kerja kedinasan dilakukan untuk menyelaraskan dinamika pelaksanaan tugas saat ini serta mendukung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025,” ujar Rini dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2/2025).

Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025, yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 22 Januari 2025, mendorong efisiensi anggaran, termasuk dalam pola kerja ASN. Sementara itu, ketentuan FWA telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai ASN, khususnya pada Pasal 8, yang memungkinkan fleksibilitas baik dalam lokasi maupun waktu kerja.

Pelaksanaan FWA diserahkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau pimpinan instansi masing-masing, yang bertanggung jawab menetapkan jenis pekerjaan dan pegawai yang dapat menerapkan fleksibilitas tersebut sesuai kebutuhan organisasi.

Ketentuan serupa juga diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam penjelasan Pasal 4 huruf f, disebutkan bahwa kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja dapat diatur secara fleksibel baik dalam hal waktu maupun lokasi bekerja.

“Setiap instansi pusat dan pemerintah daerah dapat menerapkan FWA sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya, selaras dengan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah,” ujar Rini.

Ia menambahkan bahwa terdapat dua prinsip utama dalam penerapan FWA, yakni pencapaian target kinerja sesuai perencanaan organisasi serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan tanpa penurunan kualitas.

Fleksibilitas Waktu dan Tempat ASN

Kementerian PANRB telah menerapkan FWA pasca-pandemi Covid-19 dengan skema kerja fleksibel, baik dalam hal lokasi maupun waktu. Fleksibilitas ini mengizinkan maksimal 30% pegawai di setiap unit kerja untuk bekerja dari lokasi lain, termasuk dari rumah.

Selain itu, terdapat fleksibilitas waktu yang memungkinkan pegawai memulai pekerjaan pada pukul 09.00 WIB, dengan kewajiban mengganti waktu kerja secara proporsional saat pulang kerja, maksimal delapan kali dalam sebulan.

“Kami juga menyesuaikan pengaturan internal dengan dinamika yang ada, termasuk fleksibilitas lokasi satu hari dalam seminggu,” ujar Rini.

Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mohammad Averrouce, menjelaskan bahwa pegawai yang biasanya masuk pukul 07.30 WIB dapat memulai kerja pukul 09.00 WIB. Namun, selisih waktu tersebut harus diganti dengan memperpanjang jam kerja hingga 1,5 jam lebih lama.

“Misalnya jam kantor mulai pukul 07.30 hingga 16.00, maka jika masuk pukul 09.00, pegawai harus mengganti 90 menit tersebut dengan bekerja lebih lama,” jelas Averrouce.

Selain fleksibilitas waktu, beberapa kementerian dan lembaga juga menerapkan fleksibilitas lokasi atau Work From Anywhere (WFA). Dengan skema ini, ASN diperbolehkan bekerja di luar kantor dengan tetap mengikuti jam kerja instansi.

“Fleksibilitas lokasi memungkinkan pegawai bekerja dari rumah atau tempat lain, seperti kafe, dengan sistem pelacakan lokasi. Namun, tetap harus mengikuti jam kerja yang telah ditetapkan,” kata Averrouce.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa fleksibilitas ini harus diterapkan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan tidak bisa dikombinasikan secara sembarangan antara fleksibilitas waktu dan tempat. Dengan demikian, pola kerja ASN tetap terjaga dan kualitas layanan publik tidak terganggu.(detik)




Editor : Tim
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top