Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PM2.5 Capai 216 µg/m³ Pada Dini Hari
Rabu 26 Agustus 2026, 23:07 WIB
Sumber data: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) – Pemantauan Konsentrasi PM2.5 Pekanbaru.

 

PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu, 26 Agustus 2026, menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Data pemantauan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang ditampilkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperlihatkan konsentrasi PM2.5 sempat berada pada kategori Sangat Tidak Sehat.

Berdasarkan grafik riwayat PM2.5 Pekanbaru pada 26 Agustus 2026, konsentrasi tertinggi tercatat sekitar pukul 05.00 WIB, yakni mencapai 216 µg/m³.

Kondisi udara sudah berada pada level sangat tidak sehat sejak dini hari. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 168 µg/m³, kemudian 159 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB dan 158 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB.

Konsentrasi kembali meningkat pada pukul 03.00 WIB hingga sekitar 184 µg/m³ dan bertahan di kisaran 185 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB. Puncaknya terjadi pada pukul 05.00 WIB ketika konsentrasi PM2.5 mencapai sekitar 216 µg/m³.

Setelah pagi hari, konsentrasi partikulat mengalami penurunan. Pada pukul 08.00 WIB, PM2.5 berada di kisaran 39 µg/m³, yang masuk kategori Sedang.

Namun, kualitas udara kembali memburuk menjelang siang hingga sore. Konsentrasi PM2.5 meningkat dari sekitar 70 µg/m³ pada pukul 09.00 WIB menjadi 98 µg/m³ pada pukul 14.00 WIB dan sekitar 109 µg/m³ pada pukul 15.00 WIB.

Pada pukul 18.00 WIB, konsentrasi mencapai sekitar 117 µg/m³. Kondisi kembali masuk kategori Sangat Tidak Sehat pada malam hari, dengan konsentrasi sekitar 162 µg/m³ pada pukul 19.00 WIB dan sekitar 159 µg/m³ pada pukul 20.00 WIB.

Sementara pada pukul 21.00 WIB, data BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 Pekanbaru sebesar 102,7 µg/m³, yang berada dalam kategori Tidak Sehat.

BMKG Jadi Sumber Data

Data dalam grafik tersebut bersumber dari layanan Pemantauan Konsentrasi PM2.5 BMKG. BMKG menjelaskan bahwa informasi PM2.5 ditampilkan secara near real-time dari jaringan pemantauan yang tersebar di Indonesia dan menyediakan riwayat pemantauan selama tujuh hari terakhir.

Dalam klasifikasi BMKG, konsentrasi PM2.5 sebesar 0–15,5 µg/m³ masuk kategori Baik, 15,6–55,4 µg/m³ Sedang, 55,5–150,4 µg/m³ Tidak Sehat, 150,5–250,4 µg/m³ Sangat Tidak Sehat, sedangkan konsentrasi di atas 250,5 µg/m³ masuk kategori Berbahaya.

Warga Diminta Waspada

Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikulat berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Masyarakat Pekanbaru, terutama kelompok rentan, disarankan meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika konsentrasi PM2.5 meningkat dan masyarakat dapat menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Kondisi kualitas udara juga perlu terus dipantau karena data menunjukkan adanya perubahan konsentrasi yang cukup signifikan sepanjang hari, dari kategori Sedang pada pagi hari hingga kembali mencapai kategori Sangat Tidak Sehat pada malam hari.

Sumber dan Keterangan Gambar

Sumber data: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) – Pemantauan Konsentrasi PM2.5 Pekanbaru.

Sumber gambar/grafik: Tangkapan layar laman resmi BMKG, Konsentrasi Partikulat (PM2.5) Pekanbaru, diambil pada Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 22.30 WIB. (*)

 




Editor : Tim
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top