Kartini Masa Kini! Perempuan Tangguh Kuasai Industri Migas dari Laut hingga Darat
Rabu 22 April 2026, 06:24 WIB
Royfa Fenandita Finadzir, Operator Plant Operations di Pertamina Hulu Rokan.

JAKARTA - Semangat emansipasi perempuan Indonesia terus berkembang, tidak hanya di ruang sosial, tetapi juga di sektor strategis seperti industri hulu minyak dan gas (migas). Nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini kini tercermin dalam kiprah perempuan yang berada di garis depan operasional energi, baik di laut maupun di darat.

Salah satu sosok tersebut adalah Cassanova Istiqomah Walhawanadana. Ia menjalankan tugas sebagai Junior Officer HSSE Offshore di Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), dengan tanggung jawab memastikan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan optimal di lingkungan kerja lepas pantai yang berisiko tinggi.

Bagi Cassanova, bekerja di tengah laut bukan sekadar profesi, melainkan ruang untuk berkembang. Ia menilai tantangan di lingkungan offshore justru membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas diri.

Dalam kesehariannya, ia memastikan operasional berjalan aman dan andal. Meski perannya kerap tidak terlihat langsung, kontribusinya menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi bagi masyarakat luas.

Semangat serupa juga ditunjukkan dari daratan. Di Lapangan Minas, Riau, Royfa Fenandita Finadzir menjalankan tugas sebagai Operator Plant Operations di Pertamina Hulu Rokan (PHR). Ia terlibat langsung dalam aktivitas operasional yang dinamis dan menantang.

Menurut Royfa, tantangan utama sebagai pekerja baru adalah beradaptasi dengan ritme kerja lapangan. Namun, hal tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkembang. Ia mengaku bangga dapat berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus membuktikan kapasitas perempuan di sektor migas.

Sementara itu, pengalaman panjang ditunjukkan oleh Runi Kusumaning Rusdi yang telah berkecimpung di industri ini sejak 2008. Saat ini, ia menjabat sebagai Superintendent Produksi di South Processing Unit (SPU) Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Kariernya mencakup berbagai posisi, mulai dari engineer hingga penugasan internasional.

Runi menilai kontribusi dalam menjaga pasokan energi nasional merupakan kebanggaan bagi siapa pun, tanpa memandang gender. Namun, kepercayaan yang diberikan kepada perempuan di sektor yang identik dengan maskulinitas memiliki makna tersendiri.

Ia menegaskan bahwa profesionalisme dan kompetensi menjadi faktor utama dalam penilaian kinerja. Selain itu, kehadiran perempuan dalam tim dinilai mampu memperkuat kolaborasi, komunikasi, serta mendorong inovasi.

Ketiga figur tersebut mencerminkan perubahan signifikan dalam industri hulu migas. Perempuan kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai talenta yang berperan aktif di berbagai lini, mulai dari operasional, keselamatan kerja, hingga kepemimpinan strategis.

Partisipasi ini sekaligus menunjukkan bahwa perempuan memiliki peluang yang setara untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan energi nasional. (Rilis)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top